Selasa, 11 Oktober 2011

Mengenal Kebutuhan Penting Manusia untuk Membantu Peningkatan Pemasaran

Minggu lalu kita sudah membahas mengenai tiga kebutuhan penting manusia dari enam kebutuhan yang ada untuk membantu peningkatan pemasaran. Kali ini kita akan membahas tiga kebutuhan yang selanjutnya untuk bisa mengoptimalkan pemasaran kita.

Manusia juga membutuhkan sesuatu yang eksklusif atau berbeda.
Sehingga tidak jarang mereka berani membayar mahal agar tampak berbeda dari orang lain. Untuk hal ini, kita bisa membuat iklan misalnya: “Ini adalah produk eksklusif, tinggal dua set lagi”.

Produknya memang kita batasi stoknya sehingga harganya bisa kita patok lebih tinggi. Anda tentunya juga pernah melihat atau mendengar banyak orang yang mau membeli produk meskipun harganya sangat tinggi sekalipun, karena mereka merasa menjadi orang yang “istimewa” atau ekslusif.

Dan tentunya sebagai seorang pemasar atau pebisnis kita harus mau memberikan perhatian yang lebih serta nilai tambah yang lebih kepada para konsumen yang seperti itu. Karena biasanya mereka akan mau dengan senang hati menjadi konsumen yang lebih loyal dan langgeng.

Selain membutuhkan sesuatu yang berbeda, manusia juga membutuhkan sesuatu untuk menjadi lebih baik. Contohnya, kita bisa membuat iklan seperti ini: ”Sudah saatnya Anda mengganti mobil Anda dengan yang lebih baik”. Dengan membeli mobil yang lebih baik, misalnya model/seri yang lebih baik, seseorang akan merasa tingkat kehidupannya semakin membaik dan orang lain pun dapat mengetahui hal itu dengan melihat atau mengetahui mobil yang dimilikinya.

Selanjutnya manusia juga membutuhkan rasa berarti (bermakna) dalam hidupnya. Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk memberi sumbangan kepada orang lain. Contoh iklan yang bisa digunakan untuk hal ini adalah: “Dengan membeli produk ini, berarti Anda sudah turut menyumbang fakir miskin dan korban bencana alam”.

Pada Waktu anda memasang iklan ataupun display membuat penawaran berikan kata-kata yang menimbulkan kepastian, kenikmatan kenyamanan, seperti GRATIS, Money Back Guarantee, Cepat, Mudah.

Demikian juga kata-kata yang menimbulkan variasi seperti produk baru, New, Terbaru, Latest Version. Katakata yang menimbulkan kesamaan, love/connection: Terlaris, 98 persen dari 100 orang menggunakan ....., paling digemari, rekomendasi dari ...., (ahli, koki, dokter, prof....).

Kemudian kata-kata yang menimbulkan keunggulan/perbedaan/significan : Eklslusif, Jumlah Terbatas, Hanya untuk golongan ... ke atas, tidak untuk semua orang, terbaik, paling mahal. Kata-kata yang menimbulkan perasaan lebih baik seperti : Lebih cantik, lebih terkenal, lebih kaya, lebih cerdas, lebih sehat, lebih dicintai,.... lebih tahan lama.

Kata-kata yang menimbulkan perasaan berarti/ bermanfaat untuk orang lain: Demi bangsa & Negara, sekian persen akan disumbangkan, Anda turut menyehatkan.....,dsb. Oleh karena itu sebagai seorang pemasar atau pebisnis, alangkah lebih baik jika kita juga mengenal dengan lebih detil akan berbagai kebutuhan manusia pada umumnya tersebut.

Dengan semakin mengetahuinya, akan bisa membantu untuk meningkatkan pemasaran dan tentu saja akan lebih memberikan added value yang berarti bagi para konsumen. Dengan demikian kita akan semakin bisa memberikan yang terbaik untuk para konsumen baik jangka pendek, ataupun jangka panjang.

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/07/24/23/483521/mengenal-6-kebutuhan-penting-manusia-untuk-membantu-peningkatan-pemasaran

Tips Pemasaran Tung Desem

Memberi Hadiah, tapi Mendapat Untung dari Penjualan Hadiah

DULU cukup banyak orang yang bertanya kepada saya seperti ini, "Pak, saya ingin meningkatkan pemasaran dengan memberikan hadiah kepada konsumen. Namun saya takut bagaimana kalau saya malah rugi nantinya?"

Mereka bertanya seperti itu karena belum tahu caranya. Jika Anda belum mengetahui cara yang efektif, memberikan hadiah bisa jadi akan merugikan usaha Anda.

Karena itu belajarlah dengan apa yang telah saya praktikkan sendiri dan saya tulis dalam buku Marketing Revolution saya. Karena dengan belajar cara yang tepat, kita bisa tetap memberi hadiah tanpa mengurangi margin, malah mendapat untung dari penjualan hadiah.

Adapun cara yang bisa dilakukan di antaranya sebagai berikut. Carilah hadiah yang mahal/kesannya mahal. Kalau bisa eksklusif dan orang lain tidak mempunyainya. Kemudian diberi syarat, untuk pembelian dalam jumlah tertentu, pembeli boleh membeli hadiah dengan harga murah. (Harga ini lebih murah dari harga normal,tetapi tetap lebih tinggi dari harga beli). Diberi batas waktu.

Contoh:
Kita memberi hadiah malah bisa lebih untung karena hadiah dijual. Contoh: Dulu adik saya waktu SMA jual kaus untuk promosi ke toko-toko emas, banyak yang menolak. Karena margin emas tipis.

Kemudian cara pemasarannya diperbaiki sehingga, kalau beli 10 gram,dapat kaus gratis, tapi bila lima gram bisa dapat kaus gratis cukup bayar Rp2.000 (karena harga kaus jenis tersebut di pasaran saat itu Rp4.000). Saat itu harga kausnya, karena beli di grosir dari pabriknya bisa dapat @ Rp1.700. Satu toko menyambut ide ini.

Akhirnya toko-toko lain ikut pesan kaus dan ramai-ramai dapat untung triple: (1) dari emasnya, (2) dari hadiah kausnya, dan (3) dari pemakaian kaus tersebut karena ketika dipakai, kaus tersebut mempromosikan tokonya. (Jadi, apa yang terjadi ketika orang beli lima gram emas dan menambah Rp2.000 untuk mendapatkan kaosnya? Karena kausnya @ Rp1.700, yang memberi hadiah malah untung Rp300.

Contoh lain:
Pompa bensin Shell pernah memberi program berikut ini. "Bagi setiap pembelian 20 liter boleh membeli mobil-mobilan Ferrari yang terdiri atas 6 varian @ Rp29.500." Tahukah Anda,walaupun mainan mobil Ferrari ini resmi berlogo Ferrari, ternyata made in China.

Apakah berdasarkan ongkos produksi mobil-mobilan ini yang ternyata dari plastik, tapi tetap menarik. Buktinya saya koleksi banyak, berharga lebih dari Rp29.500? Saya yakin tidak. Karena waktu saya di China, mereka bisa menjual bolpoin Mount Blanc aspal (asli tapi palsu) dengan harga setelah dikurskan ke rupiah Rp8.000.

Lantas, karena ada pembatasan sampai tanggal tertentu hadiah mobil-mobilan Ferrari tidak boleh dibeli lagi, berbondongbondong orang membelinya. Sudah bensin semakin laris, untung dobel lagi. Isi bensin untung, jual hadiah juga untung. Anda juga bisa mempraktikkannya sesuai dengan bisnis yang Anda jalankan. Namun, harus terus diukur dan dimonitor serta dikembangkan agar lebih efektif.

Sumber : http://herveendoank.blogspot.com/2009/01/tips-pemasaran-tung-desem.html

Minggu, 09 Oktober 2011

Tips Pemasaran Lewat Internet

Penetrasi internet yang sedemikian cepat meluas hingga ke segenap lapisan masyarakat menawarkan banyak hal bagi sukses bisnis. Internet menjadi media yang cukup murah dan mudah untuk memasarkan produk bisnis bahkan lebih dari itu. Web address tidak sekedar company profile tetapi perlu dijadikan media pemasaran yang efektif. Apalagi bagi usaha kecil dan menengah, Internet bisa menjadi media pemasaran yang murah. Meski sangat disayangkan tingkat adopsi penggunaan Internet dan Teknologi Informasi oleh UKM masih cukup rendah namun perlu ada dorongan dan dukungan agar UKM bisa memanfaatkan Internet dan TI untuk mengembangkan bisnisnya.

Saat ini banyak orang yang telah sukses menggunakan Internet sebagai ladang bisnisnya, bahkan orang yang masih berusia muda pun bisa menjadi pakar internet marketing dan menghasilkan kekayaan yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, sebaiknya pula kita mulai menggunakan internet sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pemasaran.

Namun demikian penggunaan Internet sebagai media pemasaran perlu kita evaluasi sejauh mana efektivitasnya. Agar pemasaran melalui internet menjadi efektif, ada beberapa tips yang bisa diterapkan.

Tips Pemasaran Internet
Beberapa tips supaya penggunaan internet lebih efektif untuk mendukung pemasaran, di antaranya:
Pertama, web address sebaiknya mudah diingat.

Kedua, tampilan homepage harus menarik tapi tidak perlu rumit.

Ketiga, homepage harus mudah untuk di-loading, tidak terlalu banyak animasi atau konten yang membutuhkan waktu yang lama untuk diakses.

Keempat, situs sebaiknya bukan hanya berisi informasi biasa, tapi juga berbagai penawaran yang sensasional. Misalnya, siapa yang melakukan pembelian produk lewat internet mendapat diskon sebesar 50%. Seperti yang akhir-akhir ini digunakan oleh berbagai perusahaan penerbangan, yakni menjual tiket dengan harga yang jauh lebih murah melalui internet dibandingkan dengan pembelian tiket secara konvensional.

Kelima, selalu diingat juga untuk senantiasa mempromosikan alamat situs perusahaan kepada konsumen atau calon konsumen. Cukup banyak perusahaan yang sebenarnya telah membuat situs tetapi tidak digunakan dengan optimal, mungkin tidak di update atau tidak memberikan penawaran- penawaran sensasional yang terbaru.

Agar situs mampu memberikan hasil yang lebih optimal dalam mendukung pemasaran, lebih baik jika dalam suatu perusahaan ada orang atau karyawan khusus yang menangani masalah pemasaran lewat situs sehingga data-data penawaran selalu mutakhir (up to date). Jika belum memungkinkan untuk merekrut karyawan yang menangani masalah pemasaran lewat internet tersebut, mungkin Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan yang berkompeten.

Yang harus diperhatikan lagi, pemasaran dengan internet ini harus senantiasa diukur dan dimonitoring. Misalnya,dalam jangka waktu tertentu, kita memberikan promosi dengan pembelian lewat internet. Namun,juga harus mengetahui berapa jumlah respons yang membuka situs kita, dan jumlah respons yang mengambil tindakan untuk melakukan pembelian.

Saat ini masih cukup banyak ditemui, suatu perusahaan yang telah memiliki situs tetapi tidak pernah tahu berapa orang yang merespons situs yang telah dibuat,sehingga hasilnya pun tentu tidak akan optimal.Ingat, dalam pemasaran kita harus selalu memberikan penawaran yang dahsyat, supaya orang mau membeli produk atau jasa yang kita tawarkan bukan sekadar orang tahu perusahaan kita memiliki situs semata.(Galeriukm).

Sumber:
TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Sumber : http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/tips-pemasaran-lewat-internet

Tips Meningkatkan Pemasaran Anda

Saat ini efektifitas pemasaran sangat penting untuk dipertimbangkan. Media online dan offline yang dilakukan secara bersama-sama memberikan sinergi dalam meningkatkan pemasaran sebuah produk. Ada media-media yang gratis maupun berbayar yang bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan pemasaran. Dan kesemuanya itu perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.

Berikut ini beberapa tips memanfaatkan media yang bisa dipakai untuk meningkatkan pemasaran anda.

1. Brosur dan Business Card
Meski media digital telah memasuki segmen bisnis secara massif namun peran media cetak seperti brosur masih cukup penting. Banyak orang menyimpan brosur sebagai pengingat profil produk atau perusahaan anda, jika suatu waktu mereka membutuhkan akan membuka-buka kembali brosur itu.

2. Linkedln
Media sosial memiliki peran yang cukup penting dalam meningkatkan pemasaran anda. Orang akan cenderung memeriksa profil produk/perusahaan anda melalui media ini. Memberikan backlink ke website yang berisi deskripsi perusahaan anda merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan pemasaran.

3. Website dan Blog
Saat ini hampir setiap perusahaan bahkan pribadi memiliki web/blog. Orang akan lebih mudah melihat profil dan menjawab berbagai pertanyaan mengenai perusahaan/produk anda. Karena itu berikan informasi sejelas-jelasnya mengenai perusahaan anda melalui website atau blog.

4. Press Releases
Terkadang ada peristiwa atau moment penting yang ada pada perusahaan anda namun tidak diketahui publik karena tidak ada pemberitaan. Karena itu penting melakukan press releases akan peristiwa atau event yang perusahaan anda miliki melalui media lokal. Ini memberi kesempatan orang untuk lebih mengetahui produk anda sehingga mampu meningkatkan pemasaran, paling tidak menjadi dikenal.

5. Email
Email bisa menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pemasaran anda, email memungkinkan untuk membangun relasi yang lebih nyaman dengan orang yang belum begitu dikenal.(Galeriukm).

Sumber:
http://smallbiztrends.com/2011/09/5-marketing-mix-tips.html

Jumat, 07 Oktober 2011

Tahap-Tahap Dalam Proses Pengawasan

Dalam melakukan pengawasan terhadap bawahan yang dilakukan oleh manajer ataupun atasan maka perlu dilakukan tahapan atau proses pengawasan. Menurut Kadarman (2001, hal. 161) langkah-langkah proses pengawasan yaitu:

a. Menetapkan Standar
Karena perencanaan merupakan tolak ukur untuk merancang pengawasan, maka secara logis hal ini berarti bahwa langkah pertama dalam proses pengawasan adalah menyusun rencana. Perencanaan yang dimaksud di sini adalah menentukan standar.

b. Mengukur Kinerja
Langkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau mengevaluasi kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.

c. Memperbaiki Penyimpangan
Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak ada tindakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

Sedangkan menurut G. R. Terry dalam Sukama (1992, hal. 116) proses pengawasan terbagi atas 4 tahapan, yaitu:
1. Menentukan standar atau dasar bagi pengawasan.
2. Mengukur pelaksanaan
3. Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan temukanlah perbedaan jika ada.
4. Memperbaiki penyimpangan dengan cara-cara tindakan yang tepat.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa proses pengawasan dilakukan berdasarkan beberapa tahapan yang harus dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan standard perencanaan sehingga dalam melakukan pengawasan manajer mempunyai standard yang jelas.

Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengukur kinerja pegawai, sejauh mana pegawai dapat menerapkan perencanaan yang telah dibuat atau ditetapkan perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya secara optimal. Kemudian setelah menetapkan standar dan mengukur kinerja maka hal yang perlu dilakukan adalah membandingkan pelaksanaan dengan standar yang telah membandingkan pelaksanaan dengan standar yang telah ditetapkan. Dan yang terakhir adalah melakukan perbaikan jika ditemukan penyimpangan­-penyimpangan yang terjadi.

Sumber : http://tips-belajar-internet.blogspot.com/2009/08/tahap-tahap-dalam-proves-pengawasan.html

Kamis, 06 Oktober 2011

Definisi Pemasaran Dan Manajemen Pemasaran

BAB I
PENGERTIAN, KONSEP, DAN MANAJEMEN PEMASARAN

A. Pengertian Pemasaran

Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :

a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

B. Konsep Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

C. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.

Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.

Kesimpulan :

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.

BAB II
MACAM-MACAM KONSEP PEMASARAN

I. Konsep Pemasaran


Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.
3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)
5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).

Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.

1. Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.

2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik

3. Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

5. Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

6. Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

BAB III
SISTEM PEMASARAN


A. Pengertian Sistem Pemasaran

Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya..

Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup :
1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.
2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.
3. Target pasar.
4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).
5. Kendala lingkungan (environmental constraints).

Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat.

B. Macam – Macam Sistem Pemasaran

a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
§ Mengendalikan perilaku saluran
§ Mencegah perselisihan antara anggota saluran

b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.

c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.

C. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran

a. Lingkungan makro ekstern.
Lingkungan makro tersebut ialah:
a. Demografi (kependudukan).
b. Kondisi ekonomi.
c. Teknologi.
d. Kekuatan sosial dan budaya.
e. Kekuatan politik dan legal.
f. Persaingan.

b. Lingkungan mikro eksternal
a. Pasar (market)
b. Pemasok
c. Pialang (marketing intermediaries)

c. Lingkungan Non – Pemasaran Intern
Kekuatan non – pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan dikendalikan oleh manajemen.

BAB IV
STRATEGI PEMASARAN


A. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :

1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.

2. Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.

3. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

B. Macam-Macam Strategi Pemasaran

macam strategi pemasaran diantaranya:
1. Strategi kebutuhan primer
Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu:
1. Menambah jumlah pemakai dan
2. Meningkatkan jumlah pembeli.

2. Strategi Kebutuhan Selektif
Yaitu dengan cara :
a. Mempertahankan pelanggan misalnya:
1. Memelihara kepuasan pelanggan;
2. Menyederhanakan proses pembelian;
3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk;

b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier)
1. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning)
2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin)

Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:
1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.
2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.
3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.

4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.

Strategi Pemasaran
Menurut Armstrong dan Kotler (2000:5), marketing adalah “A societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering and freely exchanging products and services of value with others”. Sedangkan pengertian Marketing strategy menurut Armstrong dan Kotler (2000:37), yaitu “The marketing logic by which the business unit hopes to achieve its marketing objective”. Menurut Guiltinan dan Paul (1992), definisi strategi pemasaran adalah pernyataan pokok tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada target pasar yang ditentukan.

Segmentasi (Segmentation)
Menurut Solomon dan Elnora (2003:221), segmentasi adalah ”The process of dividing a larger market into smaller pieces based on one or more meaningful, shared characteristic”. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Selain itu perusahaan dapat melakukan program-program pemasaran yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen.

Ada beberapa variabel segmentasi yaitu:
1. Demografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.
2. Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain. Informasi demografis sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi yang cukup untuk membagi konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan segmen berdasarkan psychografis untuk lebih memahami karakteristik konsumen.
3. Perilaku
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk.

Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:
• Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur.
• Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
• Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
• Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
• Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan.

Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:
1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Targeting
Menurut Solomon dan Elnora (2003:232), Target market ialah ”Group that a firm selects to turn into customers as a result of segmentation and targeting”. Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan suatu strategi target market.

Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar:
1. Undifferentiated targeting strategy, strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua pasar.
Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen.
2. Differentiated targeting strategy, perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.
3. Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial.
4. Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual.

Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu:
1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran.
2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi korporat perusahaan.

Positioning
Menurut Solomon, dan Elnora (2003:235), Positioning ialah “Developing a marketing strategy aimed at influencing how a particular market segment perceives a good or service in comparison to the competition”. Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya.

Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:
a. Positioning berdasarkan perbedaan produk.
Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan dan manfaatnya.
b. Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut.
Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut.
c. Positioning berdasarkan pengguna produk.
Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa pengguna produk.
d. Positioning berdasarkan pemakaian produk.
Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut
dikonsumsi.
e. Positioning berdasarkan pesaing.
Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik.
f. Positioning berdasarkan kategori produk.
Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk, terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan.
g. Positioning berdasarkan asosiasi.
Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
h. Positioning berdasarkan masalah.
Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah.

Langkah dalam mengembangkan strategi positioning yaitu:
1. Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh keunggulan komparatif.
2. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive advantage, perusahaan harus meyediakan suatu alasan mengapa pelanggan akan merasa bahwa produk dari perusahaan yang bersangkutan lebih baik daripada para pesaingnya.
3. Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market sehingga dapat memodifikasi strategi bila dibutuhkan

Pengertian Saluran Distribusi
Menurut Nitisemito (1993, p.102), Saluran Distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen.
Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
Menurut Assauri (1990 : 3) Saluran distribusi merupakan lembaga-lembaga yang memasarkan produk, yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Menurut Kotler (1991 : 279) Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.

Faktor yang mendorong suatu perusahaan menggunakan distributor, adalah:
- Para produsen atau perusahaan kecil dengan sumber keuangan terbatas tidak mampu mengembangkan organisasi penjualan langsung.
- Para distributor nampaknya lebih efektif dalam penjualan partai besar karena skala operasi mereka dengan pengecer dan keahlian khususnya.
- Para pengusaha pabrik yang cukup model lebih senang menggunakan dana mereka untuk ekspansi daripada untuk melakukan kegiatan promosi.
- Pengecer yang menjual banyak sering lebih senang membeli macam-macam barang dari seorang grosir daripada membeli langsung dari masing-masing pabriknya.

Fungsi Saluran Distribusi
Fungsi utama saluran distribusi adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi harus melakukan pertimbangan yang baik.

C. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar.

1. Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar
Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:

1. Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
a. Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
b. Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll
c. Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
d. Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.

2. Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri
a. Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
b. Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.

2. Syarat segmentasi Pasar
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :
a. Dapat diukur
b. Dapat dicapai
c. Cukup besar atau cukup menguntungkan
d.Dapat dibedakan
e. Dapat dilaksanakan

3. Tingkat Segmentasi Pasar
Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.

a. Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.

b. Pemasaran segmen
Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.

c. Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit.

d. Pemasaran mikro
Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.

4. Manfaat Segmentasi Pasar

Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah:
a. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran.
b. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
c. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya

D. Menentukan Pasar Sasaran

Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu :

1. Langkah pertama
Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada

2. Langkah kedua
Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang.

Sumber : http://ciku.typepad.com/blog/2009/12/definisi-pemasaran-dan-manajemen-pemasaran.html

Senin, 03 Oktober 2011

Berawal Dari Nol Sukses Menjadi Perusahaan Raksasa

Tidak setiap usaha harus diawali dengan modal materi yang besar. Banyak orang sukses dalam bisnis tanpa modal usaha berupa materi yang besar bahkan mereka memulai usaha dari nol. Contohnya saja Steve Jobs dan Steve Wozniack membangun sebuah komputer di garasi . Ada jutaan pengusaha di seluruh dunia yang telah dimulai perusahaan menguntungkan tanpa bantuan dari investor besar, tetapi hanya sebagian kecil sampai puncak industri.

Berikut ini adalah empat contoh kisah sukses yang menakjubkan yang membuktikan bahwa untuk sukses dalam bisnis, anda tidak perlu uang jutaan dari investor untuk menjadi besar:

1. Hewlett-Packard
Hampir semua orang sudah mengenal brand yang satu ini. HP memulai usahanya dari sebuah garasi. Bill Hewlett dan David Packard mendirikan perusahaan dengan $ 538 pada tahun 1939 sebagai produsen elektronik, mendapatkan dorongan dari produk pertama sukses, sebuah osilator audio. Perusahaan diperluas ke dalam segala macam elektronik , dan akhirnya memasuki bisnis komputer pada tahun 1966 dengan komputer mini HP 2100.
Sekarang 72 tahun, HP telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia teknologi informasi. Sekarang memiliki lebih dari 300.000 karyawan dan pendapatan diposting $ 126.000.000.000 pada tahun 2010.

2. Starbucks
Starbucks saat ini menjadi life style manusia modern kelas atas nongkrong di kedai kopi. Dua guru dan penulis berkumpul untuk memulai sebuah kedai kopi dan penjual kacang dengan uang mereka sendiri pada tahun 1971.
Ia tidak sampai Howard Schultz bergabung dengan perusahaan pada tahun 1982 ketika kedai kopi Starbucks datang untuk menjadi, meskipun awalnya ragu-ragu pendiri untuk mengubah rencana bisnis sangat drastis.
Setelah perusahaan go public pada tahun 1992, ide Schultz tumbuh ke dalam rantai kedai kopi terbesar di dunia. Saat ini 17.000 toko menyebar di 55 negara dan dapat ditemukan pada apa setiap sudut jalan.

3. Subway
Didirikan oleh Fred Deluca dengan $ 1.000 dari di tahun 1965, tujuan asli Subway adalah untuk membuka 32 toko di 10 tahun pertama. Sembilan tahun kemudian, mereka menyadari bahwa mereka akan tekor, sehingga mulai menjadi waralaba.

Subway sekarang memiliki lebih banyak lokasi di seluruh dunia daripada makanan cepat saji raksasa McDonald, dengan lebih dari 34.000 lokasi di 98 negara, dan perusahaan mengangkut $ 15200000000 pendapatan pada 2010. Ini masih swasta, dan dimiliki oleh Deluca and Associates perusahaan Dokter Buck itu.

4. Mattel
Awalnya pembuat gambar-bingkai kehabisan rumah pendiri Ruth dan Elliot Handler pada tahun 1945, yang masih kecil. Mattel masuk ke bisnis mainan dengan menggunakan kayu sisa sisa dari frame untuk membangun rumah boneka. Mainan pertama untuk menjadi besar adalah mainan Uke-A-Doodle musik pada tahun 1947.
Mattel telah tumbuh menjadi perusahaan $ 5 juta menjelang pertengahan 1950-an, tetapi pada tahun 1959 Ruth Handler datang dengan boneka Barbie, mengubah industri mainan selamanya.
Sekarang mainan terbesar dunia berdasarkan pendapatan perusahaan ($ 5900000000 pada tahun 2010), dan tidak lagi memiliki pabrik mainan di AS.(Galeriukm).

Sumber:
http://www.openforum.com/articles/4-gigantic-companies-that-started-from-nothing