Minggu, 11 Desember 2011

“Tukang Jahit” ala Tensia

Pernah suatu kali saya diajak seorang peserta “Entrepreneur University” ke Jakarta. Tujuannya kita ingin melihat bagaimana perusahaan Tensia Manufacturing yang terletak di kawasan Cibubur, Jakarta, dalam menjalankan bisnisnya.

Apa yang saya lihat sungguh di luar dugaan. Bukan karena yang saya lihat perusahaan yang cukup besar, tapi yang membuat saya kagum adalah kegiatan bisnisnya, yaitu membuatkan produk consumer good atau home care bermacam-macam merek. Perusahaan itu menjalankan bisnisnya dengan membuatkan produk atau barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti: shampoo, pembersih lantai, pembasmi serangga, parfum, sabun mandi, dan lain-lain. Mereknya pun berbagai macam, ada merek impor, ada pula yang lokal, yang iklannya sering kita jumpai di media massa.

Saya jadi tahu, ternyata perusahaan ini bekerja seperti layaknya “tukang jahit”. Di mana perusahaan lain bisa meminta Tensia untuk membuatkan produk yang mereka inginkan. Member keuntungan, bahwa apabila kita ingin memasarkan suatu preduk tertentu, kita tidak mesti harus membuat sendiri, tapi dapat memesan melalui perusahaan semacam Tensia tersebut. Hanya saja, kita tidak semudah itu pesan padanya. Tentu saja, itu karena ada persyaratan, yaitu antara lain tidak boleh memalsu produk orang lain dan ada batas minimal order.

Menurut saya, sebagai seorang entrepreneur sebetulnya bisa membuka bisnis dengan cara “menjahitkan” seperti ala Tensia itu. Asal saja kita punya ide bisnis, saya kira ide bisnis apapun, misalnya kita ingin membuat produk tertentu maka kita tidak harus punya pabrik terlebih dahulu. Kita bisa “menjahitkan” pada perusahaan yang juga bergerak di bidang yang sama. Perusahaan tersebut memang hanya membuatkan produk yang kita pesan dan tidak ikut memasarkan supaya netral. Karena bisa saja dia membuat produk yang sama, tetapi merek berbeda, sehingga parsaingan itu terjadi di pasar. Kalu kita tak punya gudang pun perusahaan itu bisa menyiapkan gudngnya. Sedangkan distribusinya, dia juga bisa mencarikannya.

Saya pikir mereka cukup kreatif. Tensia menciptakan peluang bisnis yang kita garap. Artinya, tanpa kita punya pabrik sendiri, kita bisa pesan untuk dibuatkan produk tertentu, seperti yang kita inginkan. Setelah pasar berkembang, kita bisa buat sendiri. Sebab, tanpa punya pasar, tentu apapun jenis produk yang kita “jahitkan” kalau tidak laku, kita akan rugi.

Pendeknya, pasar dulu yang kita ciptakan, setelah pasar berkembang baru pabrik kita bangun. Dengan demikian, kita bisa saja memulai usaha sekalipun tak punya pabrik sendiri. Ide bisnislah yang menjadi sangat penting untuk kita miliki. Artinya, begitu ide bisnis muncul, kita “menjahitkan” pada pihak lain, dan setelah itu kita pasarkan. Anda berani mencoba?

Sumber : http://www.purdiechandra.net/apa-yang-kita-pelajari/2011/03/tukang-jahit%E2%80%9D-ala-tensia/#more-363

Kamis, 08 Desember 2011

Optimis Dalam Meraih Sukses Bisnis

Memiliki optimisme yang tinggi tentunya menjadi salah satu modal utama bagi seorang pelaku usaha. Tanpa adanya optimisme dari setiap pengusaha, bisa dipastikan bila usaha tersebut tidak akan mampu bertahan lama menghadapi gempuran persaingan pasar dari para kompetitornya.

Dalam kondisi sesulit apapun, seorang pelaku usaha dituntut untuk bisa selalu optimis menjalankan usahanya. Hal ini penting, sebab dengan bersikap optimis secara tidak langsung akan mengantarkan mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh, pantang menyerah, dan tentunya tetap semangat menghadapi segala rintangan. Tidak seperti orang-orang yang pesimis, dimana mereka cenderung mudah menyerah dengan hambatan yang ada dan lebih menggantungkan perkembangan bisnisnya kepada nasib.

Lalu, Apakah Anda sudah termasuk orang yang optimis?

Untuk meyakinkan Anda tentang pentingnya optimisme. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan menumbuhkan sikap optimis dalam meraih sukses bisnis.

Pertama, memberikan semangat dan motivasi yang positif. Orang-orang yang optimis biasanya memiliki harapan serta impian yang cukup besar. Sehingga tidak heran bila mereka selalu bersemangat dalam melangkah dan memiliki sebuah motivasi yang positif untuk bisa meraih harapan serta tujuan yang lebih baik.

Kedua, berani menghadapi segala tantangan. Dalam menjalankan sebuah usaha, tak jarang kita menemukan tantangan serta hambatan yang sering muncul di tengah perjalanan menuju sukses. Namun dengan berbekal keyakinan serta sikap optimis yang dimiliki pelaku usaha, segala tantangan yang ada akan dihadapinya dengan tenang dan diselesaikan dengan cara yang terbaik.

Ketiga, memiliki fokus usaha yang jelas. Setelah menentukan visi dan misi perusahaan yang dijalankan, seorang pengusaha yang optimis akan selalu berusaha fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya dan mewujudkan semua harapan yang telah mereka impikan.

Keempat, memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Pelaku usaha yang optimis biasanya lebih percaya diri dalam menjalankan tugas-tugasnya. Mereka yakin dengan kemampuan yang dimiliki dan berusaha mengoptimalkannnya untuk mencapai cita-cita yang mereka harapkan.

Kelima, lebih kreatif dan inovatif. Seorang pengusaha yang optimis selalu memiliki berbagai cara untuk mewujudkan segala impiannya. Mereka tak segan-segan menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan ide baru dan berusaha mendapatkan hasil yang terbaik.

Dengan menjadi pribadi yang optimis, diharapkan bisa memotivasi kita semua untuk selalu berpikiran positif dan menyelesaikan segala hambatan dengan cara yang terbaik. Semoga informasi tips bisnis pada pekan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan memberikan motivasi baru bagi para pelaku usaha. Maju terus UKM Indonesia, dan salam sukses.

Sumber :
http://bisnisukm.com/optimis-dalam-meraih-sukses-bisnis.html

Rabu, 07 Desember 2011

Bisnis Waralaba dan MLM

Jika berbicara tentang peluang bisnis paling menguntungkan dan mempunyai resiko kerugian yang kecil saat ini, jawabannya ada pada bisnis waralaba dan MLM. Saya katakan mudah karena kedua bisnis ini hanyalah bisnis meniru pada mereka yang sudah sukses sebelumnya. Terjadi transfer keahlian dan kemampuan yang luar biasa pada dua jenis bisnis ini.

Bisnis waralaba dan MLM mempunyai perbedaan yang mencolok dalam hal modal. Jika kita ingin berbisnis waralaba, modal jutaan hingga ratusan juta harus kita persiapkan. Kemudian kita akan mendapatkan berbagai pelatihan bagaimana menjalankan bisnis tersebut oleh pemilik maralaba. Kita cukup melakukan apa yang diterapkan oleh pemilik waralaba sama persis dalam segala hal. Hal sekecil apa pun harus kita terapkan sedetail mungkin. Coba anda lihat Indomaret, model penataan dan berbagai hal lain pasti sama persis walaupun tempatnya berlainan.

Jika waralaba memerlukan modal jutaan, berbeda dengan MLM. Cukup dengan mengeluarkan uang tidak lebih dari seratus ribu kita sudah bisa memulainya. Uang itu pun sebenarnya hanya untuk pengganti berbagai keperluan presentasi yang kita dapatkan saat menjadi anggota. Dalam pelaksanaan bisnis MLM juga sama dengan bisnis waralaba. Kita harus melakukan sama persis dengan yang dilakukan oleh upline kita (yang sudah sukses tentunya). Kita harus menirukan dengan detail apa yang dilakukan oleh upline kita agar hasil yang kita dapatkan juga maksimal. Walaupun modalnya tidak lebih dari seratus ribu, ternyata beberapa teman saya bisa mendapatkan penghasilan hingga puluhan juta dalam satu bulan dengan menjalankan bisnis MLM ini.

Apa pun peluang bisnis yang ada di depan mata kita, kalau tidak didasari oleh niat dan kemauan untuk bisa sukses di bisnis tersebut, pasti akan sulit memperoleh hasil yang maksimal. Tidak ada di dunia ini yang bisa sangat mudah kita dapatkan tanpa bantuan dan kehendakNya. Doa harus selalu kita sertakan dalam setiap usaha kita.

Sukses untuk anda…..

Sumber : http://motivasi.petamalang.com/bisnis-waralaba-dan-mlm#more-91

Selasa, 06 Desember 2011

Percaya Diri Dalam Memulai Bisnis

Kepercayaan diri seseorang ternyata mempengaruhi kesuksesan yang mereka dapatkan. Bahkan banyak orang yang berendapat bahwa percaya diri menjadi salah satu modal utama untuk meraih sebuah kesuksesan. Tanpa adanya rasa percaya diri, seseorang cenderung takut untuk melangkah dan mudah menyerah dengan segala masalah yang mereka hadapi.

Begitu juga dalam menjalankan sebuah usaha, sikap percaya diri tentunya dibutuhkan para pelaku usaha untuk mewujudkan target kerja yang telah mereka tentukan. Dengan modal rasa percaya diri yang tinggi, seorang pelaku usaha berani menentukan target kerja yang rasional dan berani mengambil resiko besar untuk medapatkan keuntungan yang lebih menjanjikan. Tentunya Anda juga ingin menjadi pengusaha sukses yang percaya diri bukan?

Meskipun membangun kepercayaan diri memang tidak mudah, namun pada dasarnya ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda praktekan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba.

Pertama, mulailah dengan bergaul di lingkungan yang cukup positif. Lingkungan dimana Anda berada memang memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan diri Anda. Tidaklah heran bila ada pepatah yang mengatakan bahwa sikap dan perilaku seseorang bisa terbentuk dari lingkungan yang mereka pilih. Ketika Anda banyak bergaul dengan orang-orang yang pesimis, mudah menyerah, dan cenderung minder, maka secara tidak langsung perilaku dan sikap Anda akan mengikuti lingkungan tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, bila Anda berada di lingkungan positif yang mayoritas anggotanya memiliki kepercayaan diri cukup besar, selalu bersemangat, pantang menyerah dan selalu optimis dalam menghadapi segala tantangan, tentunya diri Anda juga akan terbangun menjadi pribadi tangguh dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Kedua, persiapkan segala hal secara matang. Terkadang seorang pelaku usaha merasa minder dan pesimis dengan hasil kerja yang akan mereka raih, karena mereka tidak menyiapkan segalanya secara matang. Apabila mereka terbiasa melakukan persiapan dengan baik, maka kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan tidak akan mengecewakan para pelanggan, sehingga sedikit demi sedikit kepercayaan diri pengusaha akan mulai tumbuh dan bisa berkembang baik apabila konsumen semakin senang dengan pelayanan yang mereka berikan.

Ketiga, tingkatkan motivasi diri dengan mengingat kesuksesan yang telah Anda raih. Ketika kepercayaan diri Anda mulai pudar, maka pompalah semangat Anda dengan mengingat kembali kesuksesan-kesuksesan yang telah dicapai oleh perusahaan Anda. Dengan begitu, semangat pelaku usaha bisa kembali membara dan semakin berusaha mewujudkan impian mereka yang tentunya lebih besar dari kesuksesan sebelumnya. Ingat, keberhasilan yang telah Anda raih adalah hasil kerja keras dari skill serta pengetahuan yang Anda miliki. Jadi, jangan minder dan memandang diri Anda rendah dengan kemampuan yang ada dalam diri Anda. Karena sebenarnya Andalah salah satu orang hebat yang berjasa bagi perkembangan bisnis Anda.

Dengan menumbuhkan kepercayaan diri dalam menjalankan sebuah usaha, tidak menutup kemungkinan bila bisnis Anda bisa berkembang semakin besar dan memberikan keuntungan yang menjanjikan setiap bulannya. Semoga tips percaya diri dalam menjalankan bisnis ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menghilangkan keraguan dan ketakutan para pemula untuk segera memulai usaha. Selamat berkarya, jangan pernah lelah untuk berusaha, dan salam sukses.

Sumber : http://bisnisukm.com/percaya-diri-dalam-memulai-bisnis.html

Senin, 05 Desember 2011

8 Kiat Pemasaran Produk

Memasarkan produk perusahaan memang gampang-gampang susah. Berikut delapan jurus yang dapat kita gunakan dalam upaya pemasaran produk.

1. Percaya dan bangga
Percaya dan bangga terhadap produk dan jasa yang disediakan perusahaan. Jika bukan kita yang memulai untuk membanggakan produk, siapa lagi? Kebanggaan terhadap produk yang akan kita pasarakan akan menambah rasa percaya diri kita dalam menyakinkan orang lain.

2. Buat label menarik
Buatlah kartu nama, kop surat dan brosur perusahaan yang baik dan mencerminkan citra profesional dan atraktif. Tampilkan ‘kesan pertama’ yang baik. Kesan pertama merupakan fase pertama orang akan menilai citra perusahaan kita. Kesan pertama akan terbawa terus dalam ingatan seseorang. Bila memungkinkan, gunakan jasa profesional untuk menimbulkan kesan pertama.

3. Siapkan label atau kartu nama setiap waktu
Biasakan menyimpan kartu nama dan brosur perusahaan di dalam mobil, untuk diperlukan sewaktu-waktu. Setiap kita bertemu dengan seseorang berikan kartu nama agar selalu dapat diingat.

4. Pelajari pasar
Pelajari ‘pasar’ yang akan menjadi sasaran bisnis kita. Mungkin produk kita memiliki keunikan tertentu, begitu juga dengan pasar yang kita tuju. Yang harus kita ingat, selain membutuhkan, biasanya orang juga membeli produk yang dia inginkan.

5. Buat anggaran yang cukup
Buatlah adakan anggaran yang mencukupi untuk pemasaran.

6. Tetapkan target pasar
Bidik sasaran pasar dengan tepat. Jangan sampai kita membagi-bagikan brosur pada pihak yang tidak sesuai atau tidak menggunakan servis dan produk kita.

7. Buat jaringan kerja
Buat jaringan kerja atau network di mana pun kita berada. Tentu hal ini untuk menambah panjang daftar relasi kita. Sebisanya, kita juga bergabung dengan organisasi bisnis sebanyak mungkin.

8. Sabar, disiplin dan konsisten
Yang penting dan harus diingat, kesuksesan tidak datang secepat yang kita inginkan. Oleh karena itu kita harus memiliki sikap sabar, disiplin dan konsisten.

Minggu, 04 Desember 2011

Sukses Bisnis Keripik Jamur Tiram

Bisnis Jamur tiram merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Rasa jamur ini yang cukup lezat dan dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk makanan serta perawatannya yang mudah membuat bisnis ini banyak diminati. Kreatifitas bisnis dengan mengolah barang mentah menjadi barang jadi ternyata memberikan berkah tersendiri bagi pasangan Tri Sugiatno dan Wiwik Widiastuti. Sukses merintis bisnis keripik jamur tiram dimulai dari awal membudidayakan jamur tiram dan menjualnya sebagai sayuran ke sekitar rumahnya. Kini dengan bisnis keripik jamur yang sudah berjalan dengan baik mereka bisa mendapatkan pemasukan jutaan rupiah.

Awal bisnis keripik jamur tiram ini dimulai pada saat Wiwik datang ke acara lomba desa di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pada acara tersebut hasil budidaya jamur tiram petani merupakan salah satu peserta lomba. Dari situlah Wiwik terdorong membudidayakan Jamur tiram, karena prosesnya mudah dan murah.

Sebagai permulaan dalam usaha budidaya jamur tiram dibelilah 200 bag log (campuran bibit jamur, serbuk kayu, bekatul kapur kawur, dan pupuk dalam plastik) seharga Rp 300.000. Bag log itu lalu disusun di kumbung (rumah jamur) berdindingkan anyaman bambu seluas 42 meter persegi, di samping rumahnya.

Perawatan jamur tiram pun cukup mudah karena hanya dengan disiram air bersih setiap hari, hingga jamur berwarna putih tumbuh di setiap bag log. Dalam waktu satu bulan, jamur sudah bisa dipanen. Jamur itu terus muncul sampai empat hingga lima bulan berikutnya, sebelum kemudian bag log harus diganti baru.

Jamur putih yang dipanen sekitar lima kilogram setiap hari itu lalu dijual ke tetangganya Rp 8.000 per kilogram. Ternyata minat para tetangga membeli jamur tiram yang dipakai membuat sayuran cukup tinggi.

Banyaknya peminat itulah yang mendorong Wiwik dan Tri menambah jumlah bag log sampai akhirnya tahun 2007 sebanyak 1.000 bag log dibudidayakan di kumbung. Hasilnya, setiap hari mereka panen sampai 30 kilogram jamur putih.
Namun, banyaknya jamur putih yang dipanen itu justru membingungkan Wiwik dan Tri. Pasalnya, dari 30 kilogram hasil setiap hari, hanya sekitar 5 sampai 10 kilogram yang bisa terjual. Sisanya, menumpuk di gudang, tak ada pembelinya.

Dari situlah Tri lalu berpikir mengolah jamur tiram menjadi keripik, dengan harapan jamur tiram akan bisa terjual semuanya dan memiliki nilai tambah. Meski ide ini cukup bagus ternyata tidak mudah diwujudkan. Minimnya pengalaman membuat keripik Jamur tiram menjadi permasalahan tersendiri.Serangkaian percobaan membuat keripik jamur tiram tidak kunjung berhasil, Ada yang keripiknya melempem, ada yang rasanya enggak enak dan lain-lain. Meski demikian mereka tetap gigih dan tidak putus asa dalam melakukan percobaan dalam menemukan formula yang pas dalam membuat kerikipik Jamur tiram.

Sampai pada percobaan memasak ke-10, Tri dan Wiwik menemukan takaran yang pas. Jamur tiram yang digoreng dengan dicampur tepung terasa gurih dan enak rasanya.Dengan pegangan ”resep rahasia” itu, keduanya memasak sekitar lima kilogram jamur untuk dijadikan keripik. Ada dua jenis keripik yang dijual, keripik berkualitas baik dijual Rp 70.000 per kilogram. Keripik yang nomor dua dijual Rp 1.250 per kemasan kecil.

Keripik jamur tiram awalnya dicoba dijual ke tetangga, warung, dan restoran sekitarnya. Awalnya ada penolakan karena sejauh yang mereka tahu jamur bisa membuat keracunan. Namun, setelah keripik dicoba dan aman, mereka pun membelinya dan menjadi pelanggan tetap.

Permintaan Keripik Jamur Tiram mengalir

Penyebaran dari mulut ke mulut membuat keripik kian dikenal. Awal 2009, permintaan bertambah, tetapi produksi jamur tiram terbatas.”Permintaan datang dari luar Madiun, seperti Banjarmasin, Samarinda, Riau, dan Madura. Ada eksportir dari Lumajang yang menawarkan ekspor produk saya. Banyak juga tenaga kerja Indonesia yang membawa keripik saya untuk dijual di luar negeri,” ujar Tri.

Tri pun mencoba bekerja sama dengan 11 petani jamur di wilayah Dungus dan Kresek, Madiun. Jamur petani dibeli Rp 8.500 per kilogram ditambah jamur budidaya sendiri, Tri dan Wiwik mendapatkan jamur setengah kuintal per hari. Jamur dimasak dengan enam penggorengan untuk menghasilkan setengah kuintal keripik per hari.

Omzet penjualan keripik sekitar Rp 3 juta per hari. Penghasilan bersih sekitar 10-20 persen dari omzet, antara Rp 300.000 sampai Rp 600.000. Padahal, tiga tahun yang lalu, omzet dari menjual jamur tiram putih hanya Rp 40.000 per hari.
Ternyata jumlah produksi itu belum cukup memenuhi permintaan, terutama seperti mendekati Lebaran. ”Permintaan naik 100 persen. Butuh satu kuintal jamur tiram putih per hari untuk memenuhi permintaan. Hanya separuh permintaan yang dipenuhi,” kata Tri.

”Budidayanya mudah, murah, dan potensi pasarnya besar, tetapi sayang tidak banyak warga yang mengetahui hal ini sehingga ragu membudidayakannya,” tambahnya.

Karena itu, setiap kali warga atau mahasiswa datang belajar budidaya jamur tiram, dia memberikan pelajaran gratis. Biar semakin banyak orang mau menanam jamur tiram. Jika pasokan jamur tiram itu terbatas, obsesinya membuat waralaba keripik produksinya pun terganjal. (Galeriukm).

Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/10/27/0912458/raup.jutaan.rupiah.dari.keripik.jamur.tiram

Kamis, 01 Desember 2011

Tips Mencapai Target Pemasaran

Pemasaran merupakan ujung tombak dari bisnis yang kita miliki. Sebagus apapun produk dari bisnis yang kita miliki, tanpa pemasaran yang baik menjadi tidak ada artinya. Pemasaran bisnis usaha kecil tidak semata-mata menjual hasil produksi, tetapi juga menciptakan image bahwa produk kita baik dan diperlukan. Tugas staff pemasaran adalah menjual sekaligus membangun image produk.

Di dalam mencapai target pemasaran ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar pemasaran dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan target yang diharapkan bahkan lebih:
1. Selalu menambah pengetahuan kita dari sisi manapun akan produk yang kita tawarkansehingga kita bisa memberi pengertian kepada konsumen, apa keunggulan produk yang kita tawarkan dengan produk lain yang sejenis.
2. Tidak bosan belajar dari siapa saja agar bisa maju.
3. Selalu melebihkan target yang diberikan kepada kita. Semisal kita diberi targetmenjual 100 barang dalam sebulan maka kita harus mencatat bahwa target lebih dari 100. Tapi ingat untuk awal-awal jangan terlalu tinggi dalam melebihkannya, yang rasional saja semisalmenjadi 110 barang.
4. Selalu catat dan pantau perkembangan penjualan yang terjadi dari hari kehari,minggu ke minggu. Sehingga bila ada hambatan bisa cepat ditanggulangi.
5. Memantau dan memotivasi pasar yang sudah ada agar selalu berkembang.
6. Selalu mencari peluang pasar baru, ingat jangan hanya mengandalkan satu duasumber pendapatan, dapatkan sebanyak-banyaknya.
7. Selalu menjaga hubungan baik dengan para pelanggan kita siapapun dia, mulai dari konsumen langsung,agen sampai distributor.
8. Perhatikan bulan-bulan “paceklik ”bagi usaha anda, usahakan inovasi penuh jauh hari sebelumnya untuk mengantisipasinya.
9. Jaga kejujuran kita, kualitas produk dan pelayanan yang kita berikan.
10. Jangan lupa untuk selalu beribadah dan berdoa serta beramal.

Target pemasaran bisa dicapai jika kita melakukan upaya-upaya tersebut secara konsisten dan terus menerus. (Galeriukm).

Sumber:
Bagaimana Meraih Target Kita , Bagus Airlanto ,http://www.andriewongso.com/artikel/entrepreneur_corner/1922/Bagaimana_Meraih_Target_Kita/