Rabu, 16 Mei 2012

Memulai Usaha Salon

Untuk bisnis atau usaha yang satu ini, sangat menyenangkan untuk dijalani khususnya bagi kaum wanita. Berbagai cara dilakukan wanita untuk memelihara kecantikannya, salah satunya yaitu pergi kesalon, karena di salon wanita dapat memelihara rambut, memelihara kecantikan kuku, lulur, spa, pijat refleksi dan lain sebagainya. Dengan demikian, salon sudah mnejadi kebutuhan khusus bagi wanita. Bila anda memiliki suka merawat kecantikan maka tidak ada salahnya menjadikan salon sebagai usaha anda.

Langkah - langkah yang harus disiapkan untuk membuka salon yaitu :
1. Memiliki skill atau keahlian dalam melakukan perawatan - perawatan di salon, seperti menggunting rambut, creambath, lulur, hair mask, smooothing, rebonding dan lain-lain yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini. Bila anda belum memiliki keahlian ini maka anda bisa mempelajarinya melalui kursus atau media lainnya.
2. Mempersiapkan ruangan khusus dirumah anda untuk usaha salon ini. Persiapkan sesuai dengan panjang dan lebar ruangan yang anda inginkan.
3. Memiliki alat - alat kecantikan dan fasilitas pendukung lainnya.
4. Mempunyai atau orang yang dapat membantu usaha salon ini, misalnya seorang kapster.

Langkah - langkah yang harus dilakukan dalam pelaksanaannya yaitu :
1. membeli peralatan salon untuk dilengkapi seperti gunting, hairdryer, cermin, kursi dan lainnya, jangan lupa untuk sedikit riset harga terlebih dahulu di pasar, untuk menyesuaikan dengan anggaran yang anda siapkan.
2. Melakukan promosi dan pemasaran agar usaha salon anda dikenal secara luas, jangan lupa memberi nama usaha salon anda dengan nama atau brand yang mudah diingat.
3. Memberikan pelayanan sebaik mungkin terhadap pelanggan anda.

Promosi dan pemasaran usaha salon anda bisa anda lakukan dengan cara seagai berikut :
1. Menyebarkan brosur, leaflet dam pamflet. Buatlah alat marketing menarik dan informatif.
2. Memasang iklan di media cetak.
3. Memberi potongan harga atau diskon pada awal membuka salon atau pada saat - saat tertentu.
4. Membuat kartu nama.
5. Melakukan promosi dari mulut ke mulut. Biasanya wanita suka untuk berkumpul dan mengobrolkan sesuatu yang menarik. Ingat berikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Hambatan atau tantangan yang harus diatasi biasanya yaitu :
1. Modal awal untuk membangun dan melengkapi peralatan usaha salon ini.
2. Pandangan masyarakat secara umum bahwa salon hanya untuk orang yang mempunyai uang lebih, atau kalangan menengah keatas.

Sumber : http://www.bisniswanitacerdas.com/

Sabtu, 12 Mei 2012

5 Kesalahan Pemasaran yang Sering Dilakukan Usaha Kecil

Pengusaha kecil dalam melakukan pemasaran sering mengalami masalah. Hal ini karena mereka melakukan sebuah kesalahan yang seharusnya mereka benahi. Berikut 5 Kesalahan pemasaran yang sering dilakukan usaha kecil:

1. Kesalahan pertama adalah usaha kecil jarang menggunakan manajemen pemasaran. Manajemen pemasaran yang kacau, pengusaha kecil jarang sekali menggunakan manajemen yang tepat dalam memasarkan produk yang telah diproduksinya. Pengusaha kecil ini lebih banyak memperhatikan kualitas produk namun jarang yang menggunakan manajemen pemasaran yang tepat.

2. Kesalahan pemasaran yang kedua adalah mereka memasarkan produknya tidak menggunakan strategi pemasaran. Pengusaha kecil memasarkan produknya hanya dengan mengenalkannya dan menjualnya tanpa menggunakan strategi pemasaran yang tepat. Mereka langsung menjualnya pada konsumen ataupun menitipkannya pada toko-toko yang mereka kenal saja.

3. Kesalahan yang ketiga adalah Pengusaha kecil jarang memperhatikan tampilan produk. Pemasaran produk tidak menggunakan kemasan yang dapat menarik konsumen. Pemasaran dilakukan pada daerah–daerah tertentu saja. Pengusaha kecil dapat melakukan sedikit perubahan pada kemasan produknya sehingga memiliki kemasan yang menarik. Dengan kemasan yang menarik dapat meningkatkan daya tarik sehingga konsumen memilih produknya.

4. Kesalahan yang keempat adalah Pengusaha kecil tidak memiliki catatan pemasaran. Pengusaha kecil membutuhkan catatan administrasi agar mereka lebih dapat memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas. Dengan menggunakan jurnal tentang pemasaran maka mereka dapat menentukan strategi pemasaran selanjutnya.

5. Kesalahan yang terakhir adalah mereka takut untuk melakukan promosi atau pengenalan produk mereka. Mereka terlalu banyak mempertimbangkan promosi yang mereka sampaikan kepada masyarakat berhasil atau tidak. Ketakutan ini yang harus ditekan sedalam-dalamnya sehingga mereka memiliki keberanian untuk membuat sebuah inovasi baru dalam pemasaran produk mereka.

Sumber : http://iuang.com/

Rabu, 09 Mei 2012

Kiat Sukses Menjadi Pengusaha

Untuk menjadi pengusaha memang perlu adanya kesungguhan dan tekad yang kuat sehingga cita-cita tersebut dapat tercapai. Kiat sukses menjadi pengusaha berikut ini, kiranya dapat membantu anda untuk menempuh perjalanan menjadi sukses.

Berani bermimpi besar
Mimpi seseorang akan berpengaruh terhadap usaha dan kesungguhan untuk menggapai mimpi tersebut. Orang yang hanya bermimpi punya warung di pinggir jalan sangat jauh berbeda dengan orang yang bermimpi mempunyai supermarket di tengah kota. Kuatkanlah mimpi anda dan terus bayangkan ketika mimpi itu tercapai suatu saat nanti. Hal ini akan memberikan efek luarbiasa terhadap perjalanan usaha sukses anda.

Pintar melihat peluang
Peluang selalu ada dalam setiap kesempatan, tetapi masalahnya adalah keahlian untuk melihat peluang usaha tersebut yang masih terbatas. Anda harus belajar memperhatikan sekitar anda dan lihatlah peluang apa yang dapat dikerjakan. Insting ini harus anda latih terus menerus sehingga anda bisa memanfaatkan setiap kondisi untuk meraih keuntungan bisnis anda.

Kerjakan dengan profesional
Pengusaha yang tidak melakukan usahanya dengan profesional lambat laun akan membawa dia kedalam kebangkrutan. Hal ini disebabkan banyaknya pelanggan yang kecewa terhadap hasil kerja anda. Kerjakanlah setiap detail pekerjaan dengan profesional baik dalam hal ketepan waktu, kualitas barang, kualitas pelayanan, kemudahan menangani keluhan pelangan dan sebagainya.

Tidak mudah menyerah
Halangan dan masalah usaha akan selalu merintangi jalan kesuksesan anda. Tidak ada cerita pengusaha sukses yang mulus tanpa hambatan, pasti saja ada kendala dalam setiap usaha. Maka siapkan mental kuat untuk tidak mudah menyerah sampai anda bertemu dengan kesuksesan yang anda impikan.

Jalin hubungan kerjasama
Dalam bisnis diperlukan relasi dan kerjasama dengan berbagai pihak yang memudahkan kita dalam pelaksanaan operasional usaha. Kerjasama dengan pemasok, distributor, agen perlu terjalin dengan baik. Bahkan untuk memajukan bisnis, anda dapat melakukan kerjasama dengan pesaing anda. Misalnya saja dalam hal pabrik produksi, jika anda kelebihan pesanan dapat di outsourching ke pabrik pesaing.

Ukur kinerja usaha anda
Anda akan mengetahui perkembangan ataupun penurunan usaha ketika mengukur kinerja bisnis anda. Berapa peningkatan dalam penjualan, berapa penurunan produk cacat, berapa banyak pelanggan yang kecewa dan berapa banyak target yang telah anda capai. Semua harus tercatat dalam suatu ukuran yang jelas sehingga anda dapat menentukan langkah kedepannya.

Terus lakukan perbaikan
Tiada kata sempurna, karena setiap saat pasti harus ada yang diperbaiki. Lakukanlah perbaikan setiap saat baik untuk sikap bisnis anda maupun sistem usaha yang sedang anda jalankan. Dengan melakukan perbaikan berkelanjutan maka anda akan dapat menghasilkan prestasi binis yang gemilang.

Sumber : http://usahasuksesmandiri.blogspot.com/

Senin, 07 Mei 2012

Membaca Selera Konsumen

Huang Ishien (57), seorang usahawan di Hongkong, selalu membawa sejumlah buah tangan saat pulang ke Indonesia. Buah tangan itu tidak pernah bergeser dari obat oles Tiger Balm, obat sakit perut, obat batuk Kim To Ninjiom Pei Pa Koa (obat batuk ibu dan anak), serta obat kulit Bao Fu Lin.

Sejumlah produk Hongkong ini sebenarnya tersedia di pelbagai kota di Indonesia. Namun, tetap saja Huang membawa buah tangan itu karena sahabat-sahabatnya menyukainya.

Hal yang lebih kurang sama terjadi di Indonesia. Pulang dari Yogyakarta, yang dibawa umumnya gudeg, bakpia patok, atau masakan dari beberapa restoran tua terkenal. Kembali dari Solo, banyak yang ”nekat” bawa timlo, soto gading, intip, kain batik, dan sebagainya.

Dari Makassar, yang dibawa kepiting dari restoran-restoran tua terkenal, bubur ayam Ang Ping Lao, coto makassar, sop konro, atau minyak gosok cap Tawon.

Dari Balikpapan, yang dibawa selalu kepiting jumbo. Dari Semarang, yang dibawa lumpia (basah dan goreng), soto bangkong, bandeng presto, dan sebagainya.

Menariknya, para pemburu produk atau makanan spesifik ini rela antre saat panas matahari, bersedia menenteng buah tangan itu masuk ke kabin pesawat.

Selintas hal ini sepele, tetapi sebenarnya bisa menjadi contoh bisnis yang mengasyikkan. Produsen produk-produk tersebut jarang beriklan. Malah, hampir tidak pernah beriklan di media cetak.

Para produsen itu mengandalkan metode dari mulut ke mulut. Dari satu cerita ke cerita lainnya. Namun, efektivitasnya dahsyat. Warga dari provinsi dan negara mana saja mau membeli.

Di sejumlah kota dunia banyak produk Indonesia mudah ditemukan di toko serba ada. Di antaranya adalah minyak gosok cap Tawon, aneka jenis biskuit, kacang-kacangan, permen, polo shirt, dan kaus oblong.

Kunci kesuksesan menerobos pasar dunia ini adalah mutu yang terjaga dan kemampuan produsen memuaskan semua pembelinya.

Namun, banyak juga produsen yang usahanya hampir seratus tahun, tetapi akhirnya terempas. Sebagian lagi letih bersaing. Misalnya, membuka warung bakso malang yang rasanya enak dan sangat laris.

Pedagang lain juga ramai-ramai membuka warung bakso malang. Akhirnya, semua lalu mengumumkan bahwa merekalah penemu resep bakso malang, Pembeli lalu bingung mana sebetulnya yang asli.

Atau soto yang mengandalkan label Pak Kumis. Banyak yang mengaku Pak Kumis, tetapi mana soto Pak Kumis yang asli? Mana yang latah? Atau pedagang ayam goreng yang terpecah. Akhirnya reputasinya meredup.

Dalam konteks dunia usaha modern, banyak usahawan sukses karena pandai membaca selera konsumen. Seperti betapa larisnya gerai yang menjual kaus, kemeja, topi, sweater, dan pernak-pernik Hard Rock Café.

Praktis, bintang iklan yang paling efektif ialah konsumen yang puas dengan produk atau pelayanan yang diperoleh. Dan, konsumen yang merekomendasikan produk atau pelayanan ini kepada orang lain. Atau, lihatlah Dave Thomas dari fastfood Wendy’s. Iklannya tanpa bintang-bintang masyhur, tetapi langsung menyentuh hati konsumen. Laris manis.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/

Jumat, 04 Mei 2012

Beberapa Aspek Studi Kelayakan Bisnis

Kita pasti sering mendengar yang namanya studi kelayakan bisnis, tapi banyak juga di antara kita yang tidak mengerti apa pengertian studi kelayakan bisnis tersebut.

Studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangan

Semua aspek di atas digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan bisnis dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu bisnis atau usaha dapat dikerjakan, ditunda bahkan tidak dijalankan sama sekali.

Mari kita lihat aspek-aspek tersebut di atas satu per satu,

1. Aspek hukum
=> menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku diantaranya :

* Izin lokasi
* Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
* NPWP (nomor pokok wajib pajak)
* Surat tanda daftar perusahaan
* Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
* Surat tanda rekanan dari pemda setempat
* SIUP setempat

2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
=> menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar karena adanya suatu kegiatan usaha tersebut, diantaranya:

Dari sisi budaya, apa dampak keberadaan bisnis kita terhadap kehidupan masyarakat, kebiasaan adat setempat, dll.

Dari sudut ekonomi, seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.

Dan dari segi sosial, apakah dengan adanya bisnis kita, menjadi semakin ramai, lalu lintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat dan untuk mendapatkan itu semua adalah dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dll..

3. Aspek pasar dan pemasaran
=> menyangkut apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh kegiatan usaha kita, dengan melihat hal-hal berikut :

Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.

Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.

Pemasaran ini menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.

4. Aspek teknis dan teknologi
=> menyangkut pemilihan lokasi, alat-alat, yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

5. Aspek manajemen
=> menyangkut manajemen pembangunan dan operasional

6. Aspek keuangan
=> Ini menyangkut sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Inilah penjelasan singkat mengenai studi kelayakan bisnis yang bisa saya postingkan kali ini, semoga berguna

Sumber : http://revolsirait.com/

Selasa, 01 Mei 2012

Tips Sukses Membangun Toko Online

Banyak orang yang bilang bahwa bisnis internet sangat mudah dijalankan tetapi anda pasti heran dan bertanya, jika memang mudah dijalankan mengapa banyak sekali orang yang mudah menyerah dan gagal dalam menjalankannya.
Mungkin anda terlalu teledor atau belum melirik tips membangun toko online di bawah ini?

1. Miliki mental wirausahawan yang sukses
Membangun toko online sebenarnya sama dengan usaha lainnya. Anda harus memiliki mental wirausaha yang sukses agar anda mempunyai jiwa yang pantang menyerah.
Di bisnis apapun pasti mempunyai kendala. Sabar adalah produk yang mungkin laku di hari pertama anda berjualan.
Di tahun pertama anda pula harus berani menghadapi resiko. Yang terpenting intinya, jangan pernah takut gagal.

2. Pelayanan yang baik dan kecepatan merupakan kunci utama penjualan.
Bermitralah dengan jasa pengiriman barang terpercaya dan garansi produk yang terpenting.Jika hal ini berhasil membuat konsumen nyaman, bisa dipastikan toko online anda akan sangat sering dikunjungi orang.

3. Buat website yang menjual sebelum membangun toko online Anda.
Website anda harus teridentifikasi di search engine, dan mudah ditemukan untuk keyword yang berhubungan dengan produk anda.
Gunakan script toko online yang search engine friendly. Karena tidak semua script toko online ramah dengan search engine.

4. Hati-hati dalam mencari relasi bisnis, carilah relasi yang dapat dipercaya.
Dan jangan terlalu mudah pada orang yang baru dikenal.

5. Dalam bergaul dengan pembeli jangan menempatkan diri sebagai bos.

6. Jika Anda ingin menggunakan gambar, usahakan agar gambar/image yang Anda gunakan pada web Anda tidak terlalu berat.
Perhatikan juga agar ukuran gambar beserta halaman webnya tetap di bawah 64kb. Software yang direkomendasikan adalah Adobe Photoshop.
Jika Anda ingin agar gambar tampil maksimal, sebaiknya hindari penggunaan flash dan java yang berlebihan.

7. Lindungi bisnis anda.
Mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi toko online anda, terlebih dari hacker yang bisa membobol system keamanan toko online anda dan mengurangi kepercayaan pelanggan.
Semoga bermanfaat.

Sumber : http://kayadaribisnisinternet.com/

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

A. Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.

B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor kebudayaan yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi :

a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang.

b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis.

c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.

Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.

Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.

C. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli

a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru
Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.

Tahap-tahap proses adopsi:
1. Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
2. Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
3. Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi.
4. Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut.
5. Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.

b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli

Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu :

a. Perilaku pembelian yang kompleks
Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan.

b. Perilaku pembelian yang mengurangi ketidakefisienan
Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara merek-merek. Konsumen mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok.

Perilaku pembelian karena kebiasaan
Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah

Perilaku pembelian yang mencari keragaman
Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek.

c. Tahap-Tahap Proses Membeli

Tahap-tahap dalam proses membeli mwliputi :

a. Pengenalan kebutuhan/masalah
Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik.

b. Pencarian informasi
Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
1. Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
2. Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan.
3. Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
4. Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.

c. Pencarian alternatif
Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
1. Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.
2. Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk.
3. Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol
4. Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari
5. Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.

d. Keputusan membeli
Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk membeli, yaitu :
1. Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai
2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan

Sumber : http://ciku.typepad.com/