Rabu, 19 Desember 2012

Ide Usaha Sederhana dan Bisnis Tanpa Modal

Yang masih mengeluhkan ‘modal’ uang untuk memulai bisnis, coba perhatikan teknik ini. Nyaris tanpa modal! Yuk, disimak ide-idenya, terus di tangkap, lalu modifikasilah sesuai dengan keadaan sekitar anda.

Bisnis Grosir Pakaian Modal Iklan Baris

Kota-kota yang terkenal mempunyai sentra-sentra produksi atau pusat kulakan baju akan membuka kesempatan bagi kita untuk tiba-tiba jadi pedagang besar yang memasok barang-barang itu di daerah lain sebagai grosiran. Bisa? Ya bisalah.

Ini caranya:
Bila anda kebetulan tinggal di kota-kota seperti Solo, Pekalongan, Bandung atau Jakarta, anda bisa melakukan ini. Sebenarnya kota-kota lain juga bisa, asal ada produsen atau pasar besar sebuah komoditas. Okelah, kali ini kita contohkan anda berada di Pekalongan, atau dekat dengan Pekalongan yang sangat terkenal dengan batiknya.

1. Carilah produsen batik dengan harga grosir, jalinlah kerjasama dengan mereka. Minta ijin untuk membantu menjualkan, tanpa membawa/membeli barangnya. Hanya foto dan data barang saja yg anda perlukan.


2. Oke, kerja sama sudah, sekarang siapkan nomor telepon atau blackberry anda.

3. Sekarang, carilah data koran lokal daerah lain, misalnya koran lokal untuk Medan, Palembang, Makasar, Menado, Kalimantan Timur, dsb. Data yang anda perlukan adalah nomor telepon untuk pasang iklan baris dan tentunya harga iklannya.(Data ini, banyak di internet, gogling aja ya..). Anda juga bisa bekerjasama dengan biro iklan, tentunya. Ini pasti mudah!

4. Siapkan iklan anda, Contohnya, kita akan beriklan di koran Manuntung, Kaltim; teksnya misalnya, bisa seperti ini: “KAMI PRODUSEN BESAR BATIK PEKALONGAN MENCARI AGEN BESAR UNTUK KALIMANTAN TIMUR. HUBUNGI 081220000234; PIN BB 2345F301″

5. Siapkan semua data barang, harga kulakan, ongkos kirim, ekspedisi dan syarat-syarat yang ingin anda tambahkan, catatlah pada secarik kertas yang selalu anda bawa kemana saja. Jadi, sewaktu-waktu ada telepon anda siap dengan data-data itu. Oh iya, jangan lupa, anda harus punya alamat korespondensi di kota pekalongan. Seandainya anda tidak punyapun gak apa-apa. Pakai saja alamat produsen batik yang telah kita ajak kerjasama tadi.

6. Semuanya sudah siap, pasanglah iklan setiap 2 hari sekali: senin-rabu-jumat, selama sebulan.

7. Catatlah setiap kejadian, respon terhadap iklan anda.

8. Lakukan hal yang sama ke daerah lain, koran lain.

9. Siap-siap menunggu order!

Mempunyai Bisnis Modal Brosur

Bisnis kaos pesanan, jumper, jaket, sepatu lukis, sablon dll

1. Jalin Kerjasama dengan produsen kaos sablon, jumper, jaket, seragam sekolah, kaos bola.

2.Desain brosur ukuran 1/3 F4 (folio), cetak 1 RIM satu warna (disini biaya cetak 1 rim 1 warna hanya 60rb). 1 rim = 500 lembar kertas F4, karena ukurannya 1/3 F4, maka dengan 60rb kita dapatkan 1500 brosur.

3. Ini yang terpenting: dalam brosur buat kalimat menarik, misalnya : BOLEH BIKIN/PESAN SATU SAJA, atau harganya menarik, atau kreatifitas lain yang merangsang orang ingin bikin dan menghubungi kita.

4. Setiap pagi, sebarkan brosur itu ke sekolah-sekolah, SMP atau SMA dan ke komunitas-komunitas seperti komunitas mobil, komunitas RC car, komunitas Lingkungan dsb.

5. Tunggulah order….

Bisnis Besar Modal FB, Twitter, dan BB

Mempunyai BB, FB dan Twitter, dapat kita jadikan lahan mencari uang yg nyaris tanpa modal. Salah satu contohnya, anda bisa bekerja sama dengan toko-toko yang ada disekitar anda untuk di onlinekan. Juallah barang-barang di toko-toko sekitar anda via FB, Twitter, atau BlackBerry anda. Anda bahkan tidak perlu mempunyai stok, hanya modal gambar, harga dan tentunya kerjasama dengan pemilik toko. Gampang kan?

Hebatnya, semua bisnis ini bisa dilakukan tanpa banyak kerja dan waktu, karena kita hanya memasarkan saja, menghubungi produsen dan melayani pesanan.

Selamat mencoba…..

Sumber : http://kampungwirausaha.com/ide-usaha-sederhana-dan-bisnis-tanpa-modal/

Jumat, 14 Desember 2012

Tips Memulai Usaha Yang Benar

Semua orang pasti ingin mengetahui tips yang berguna bagi mereka mengenai cara-cara untuk memulai membangun sebuah bisnis dari awal. Memang tidak mudah mengawali sebuah usaha terutama bagi orang yang belum pernah menjalankan bisnis. Oleh sebab itu banyak orang yang mengalami kegagalan dalam berbisnis dengan segala kerugian yang ditanggungnya.

Kegagalan-kegagalan yang pernah dialami sekali maupun beberapa kali membuat orang tersebut merasa takut untuk masuk ke dunia bisnis. Sebenarnya ada banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapat orang dari kegagalan dalam berbisnis, perusahaan yang besar dan sukses pun tak lepas dari kegagalan, tetapi mereka bisa bangkit dan meraih kejayaan karena bisa melihat dan mempelajari segala kesalahan yang telah dilakukan.

Anda tentu sudah mengenal KODAK, sebuah perusahaan yang telah lama menjadi ikon untuk dunia fotografi. Setelah sekian puluh tahun produk-produknya membanjiri di seluruh dunia akhirnya harus mengalami kejatuhan dan mengakui kekalahannya dalam persaingan pasar dunia. Ini bisa menjadi pelajaran yang berharga dan bisa diambil sisi positifnya bagi anda yang ingin memasuki dunia bisnis dan para pelaku bisnis yang masih menjalankan usahanya hingga sekarang.

Beberapa Tips Untuk memulai Bisnis
Sebagai seorang wirausahawan harus fokus dan mempunyai tekad yang kuat untuk memulai membangun usahanya dari awal. Ketakutan dalam diri seseorang yang ingin menjalankan bisnis perli dibuang jauh-jauh. Anda tidak memerlukan rasa takut, tapi yang lebih di miliki adalah rasa ingin tahu dan waspada dalam usaha untuk membangun sebuah bisnis. Seorang pelaku bisnis harus bisa tahan banting, setiap proses untuk memajukan usaha pasti tidak lepas dari resiko permasalahan baik itu ringan maupun berat.

Miliki Mental Wirausahawan
Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memiliki mental seorang wirausahawan. Memiliki mental seorang wirausahawan merupakan dasar yang sangat diperlukan ketika kita ingin membangun usaha kita sendiri. Sangat berbeda dengan mental karyawan yang harus mengerjakan tugasnya dengan sempurna, seorang wirausahawan dituntut untuk dapat mengerjakan semua tugas dengan sebaik mungkin.

Seorang wirausahawan juga harus mampu memberikan contoh kepada bawahannya tentang bagaimana cara bekerja yang baik. Dengan begitu maka semua bawahan yang kita miliki untuk membantu kita dalam mengoperasikan usaha kita nantinya dapat mengerjakan setiap tugas sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun hal diatas bukanlah satu-satunya cara memulai usaha yang harus kita terapkan dengan benar.

Siap Menerima Resiko
Kita juga harus mau menanggung semua resiko yang sudah menjadi teman dari seorang wirausahawan bukannya merasa takut dengan semua resiko. Dengan kita merasa takut dengan resiko, maka kitapun akan semakin terhantui dan kemungkinan kita akan mengalami apa yang kita takutkan tersebut. Daripada kita merasa ketakutan dengan resiko yang mungkin akan kita terima dengan menjadi wirausahawan, lebih baik kita belajar bagaimana cara meminimalkan resiko yang akan kita terima dari membangun usaha kita. dengan begitu, maka kita akan lebih memiliki harapan positif pada usaha yang kita bangun dengan menggunakan beberapa hal penting seperti cara memulai usaha.

Sumber : http://www.inginbisnis.com/tips/tips-memulai-usaha-yang-benar/

Jumat, 07 Desember 2012

Tips Bagi Pemula Dalam Melakukan Wirausaha

Menjadi wirausaha yang sangat sukses merupakan impian dari setiap orang. Karena dengan menjadi wirausaha sukses, kita akan mengenal begitu banyak kendala yang akan terjadi, dan pastinya kita akan merasakan hasil nikmat serta kebahagiaan dari usaha yang di jalankan.

Maka dari itu dalam melakukan wirausaha perlu memikirkan hal-hal yang pokok dalam menanganinya. Khususnya bagi para pemula yang ingin melakukan wirausaha. Karena banyak pemula yang memikirkan berwirausaha itu sangat mudah melakukannya. Tapi pada kenyataannya banyak yang gagal dalam melakukan wirausaha, kegagalan itu terjadi karena banyak tantangan dan rintangan yang terjadi ketika kita melakukan pergerakan usaha.

Berikut ini adalah tips bagi pemula yang akan melakukan wirausaha :

1. Miliki mimpi!
Bermimpilah jadi pengusaha sukses, punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri dan tempat-tempat eksoktis, atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang. Lalu bayangkan, dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening anda, atau dari usaha apa agar bisa sukses. Apakah akan jadi pengusaha restoran, garmen, atau lainnya? Bayangkan secara jelas, dan sedetail mungkin. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. Jadi, jangan takut berkhayal atau bermimpi.

2. Obesi dan hobi
apa, sih, hobi anda? Memasak, menjahit, atau mengajar anak-anak? Nah, anda harus bisa menjalankannya dengan hati. Jadi, yang anda lakukan memiliki jiwa, nyawa, dan nilai. Semua yang dilakukan dengan hati, pasti akan lebih lancar dijalankan.

3. Lihat kenyataan
setelah berkhayal, kembalilah ke realita. Kepala boleh di langit, tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. Mulailah dari yang anda punya, dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah, anda berbakat membuka katering. Atau, sabar melatih anak, mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing.

4. Buat rencana bertahap
mulailah membuat rencana bertahap. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat, selalu melihat ke depan. Misalnya, tak punya uang tapi punya modal kemampuan untuk buka kursus salon. Jika punya uang rp 500 ribu dan pintar masak, apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Lakukan bertahap, perlahan, sesuai kemampuan. Jika dilakukan dengan benar, lambat laun keuntungan akan mengikuti anda.

5. Buat anggaran
jika usaha sudah berjalan, buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari, dengan hasil usaha. Sebaiknya, uang dipecah ke dalam dua rekening bank, dan jangan masuk ke dompet, agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat.

Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam, anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. Yang ada, anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. Dengan membuat anggaran yang tepat, kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya, dan dapat segera diperbaiki.

Sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com/mobile-19273-tips-bagi-pemula-dalam-melakukan-wirausaha.html

Senin, 03 Desember 2012

Kesalahan Marketing Yang Wajib Dihindari

Sebuah jalan untuk mencapai keberhasilan usaha adalah dengan tidak melakukan kesalahan marketing berikut ini :

1. Mencoba menjual semuanya ke setiap orang
Mencoba melakukan apa saja adalah bencana marketing. Untuk menjadi yang terbaik diperlukan komitmen dan fokus. Lakukan hal tersebut dan hal yang lainnya akan menyusul.

2. Harga berbasis biaya
Kebanyakan usaha kecil tidak memiliki penanganan akuntansi biaya yang memadai dan meraka meremehkan biaya mereka. Jika harga berbasis biaya, hasil akhirnya selalu produk dibawah harga. Daripada harga yang didapatkan dari nilai. Harga ini merefleksikan penghematan potensial, level kepuasan tertinggi, atau penggunaan maksimal dimana klien akan menerimanya dari pembelian dan menggunakan produk atau jasa tersebut.

3. Branding yang tidak konsisten
Kartu bisnis Anda berarti satu hal, website menyatakan hal lain, dan brosur memberikan keterangan lain. Branding adalah janji nilai yang memerlukan konsistensi. Berikan satu cerita saja.

4. Hanya percaya pada satu konsumen besar
Banyak perusahaan kecil yang menjadi tawanan konsumen besar. Saat konsumen menjauh, perusahaan runtuh. Seberapa besar yang terlalu besar? Saya sarankan tidak lebih besar dari 25% penjualan tahunan. Perhatikan konsumen penting ini, tapi fokus pada anggaran marketing untuk menemukan pelanggan baru. Lakukan sekarang.

5. Menjual produk dan fitur
Orang tidak membeli produk dan fitur. Mereka membeli solusi untuk masalah mereka. Ini bukan tentang Anda. Ini tentang mereka.

6. Tidak ada riset pasar
Banyak pengusaha sukses mengandalkan "nyali" mereka dan pengalaman untuk membuat keputusan strategis.Mungkin ini penunjuk arah yang baik, tapi luangkan waktu untuk memverifikasi asumsi Anda dengan riset pasar; terkadang insting Anda bisa salah.

7. Tidak memberi waktu untuk berhasil
Membangun brand dan menjual pada konsumen memerlukan waktu dan biaya. Tentukan tujuan konservatif dan pastikan Anda memiliki dana untuk mengenalkan produk baru; mungkin Anda beruntung, tapi biasanya sukses berat untuk dicapai.

8. Website yang buruk
Link yang mati, isi tidak aktual, dan desain web yang lama akan membuat pelanggan lari. Website harus di-refresh secara konstan, kaya akan konten dan Anda harus memelihara optimalisasi situs sebagai mesin pencari utama. Ini adalah syarat dalam melakukan bisnis secara virtual dalam bisnis saat ini .

9. Daftar konsumen yang sudah usang
Konsumen baru Anda ada di sistem akuntansi,daftar kartu ucapan, prospek Anda ada di data email dan mantan pelanggan ada di kabinet file. Daftar klien seharusnya diperlakukan seperti barang yang berharga. Simpan file ini dalam satu file yang selalu diupdate dan di back up.

10. Tidak mengupdate marketing plan
Marketing plan yang baik sekalipun harus tetap diupdate. Banyak hal yang berubah dengan cepat. Janji iklan internet akhirnya menjadi kenyataan.Yellow-page telah berakhir. Kita telah memasuki era personalisasi. Satu ukuran tidak bisa cocok untuk semuanya. Tinjau rencana anda tiap kwartal dan update tiap tahunnya. Seorang manajer pabrik pernah mengeluh ke saya, betapa tidak seimbangnya kebijakan perusahaan yang menyangkut investasi. Dia hanya mengajukan beberapa alat baru yang harganya di bawah Rp5 milar, namun dokumen yang harus dia lengkapi untuk justifikasi bisa digunakan sebagai bantal saking tebalnya.

Di sisi lain, investasi yang diajukan rekannya di bagian marketing, yang mencapai puluhan miliar rupiah, dokumen pendukungnya terkesan minimalis. Menurutnya, orang marketing sendiri kesulitan untuk mengukur tingkat keberhasilan investasi komunikasi. Apa betul demikian?

Mengukur keberhasilan komunikasi itu tidak bisa dilepaskan dari unsur riset pasar. Dan masalahnya, banyak perusahaan yang melihat riset sebagai biaya, bukan bagian dari investasi. Dalam perencanaan komunikasi yang baik, riset seharusnya sudah dianggarkan dan 'dikunci' sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah marketing communication plan.

Pada saat saya diminta bantuan untuk mengaudit atau mengkaji efektifitas dari kegiatan komunikasi perusahaan, yang saya tanyakan terlebih dahulu adalah ada tidaknya riset pasar ini. Karena proses communication audit yang holistik adalah sebuah integrasi antara review ke dalam perusahaan dan review ke luar, ke target pasarnya.

Ada beberapa temuan yang ingin saya bagi dalam tulisan ini dari hasil audit komunikasi brand, yang bisa menjadi bahan refleksi bagi perusahaan.

(bersambung)

Sumber : http://www.suaramedia.com

Selasa, 27 November 2012

Tips Wirausaha, Kiat Sukses Mengembangkan Toko Online

Wirausaha Muda, melihat perkembangan toko online yang semakin hari potensinya semakin bersinar, ternyata mendorong sebagian besar masyarakat Indonesia untuk ikut terjun menekuni beragam jenis peluang bisnis di internet. Mereka kira, membuka toko online itu sangatlah sederhana, hanya sebatas membuat sebuah website, mengambil foto produk, menguploadnya di dunia maya, dan menunggu konsumen datang dengan sendirinya.

Anggapan seperti ini sering muncul di benak masyarakat ketika hendak mengawali bisnis di dunia maya. Tidaklah heran bila sampai hari ini banyak pelaku bisnis toko online di Indonesia yang terpaksa gulung tikar, karena mereka belum memahami seluk-beluk mengelola toko online.

Nah, untuk membantu para pemula yang masih kesulitan dalam membesarkan toko online. Berikut ini beberapa informasi dan ulasan dari bisnisukm mengenai bagaimana kiat sukses mengembangkan toko online.

Pertama, memastikan barang sudah siap dipasarkan. Sebelum memasarkan produk melalui media online, penting bagi Anda untuk memastikan produk tersebut sudah tercatat dengan baik, dan menjaga persediaan barang di gudang Anda. Hal ini penting, agar konsumen tidak kecewa apabila produk yang mereka inginkan ternyata sudah habis terjual. Untuk itu, buatlah kode khusus untuk memudahkan Anda dalam proses pencatatan barang, dan kontol alur keluar masuk barang agar Anda bisa mengetahui secara pasti seberapa banyak barang yang ready stock, dan jenis barang apa saja yang saat ini sudah laku terjual.

Kedua, dukung pemasaran produk dengan konten yang menarik. Ketika memasarkan sebuah produk melalui media internet, dukungan konten memberikan daya tarik tersendiri bagi search engine. Sebab, semakin diatas posisi Anda di search engine (seperti Google, Yahoo, dll), maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendatangkan banyak pelanggan. Karenanya, lengkapi produk Anda dengan deskripsi dan spesifikasi produk yang jelas, foto yang menarik, katalog produk yang kreatif, serta tak lupa pula dukung dengan desain toko online yang inovatif.

Ketiga, aktif berpromosi di berbagai situs online. Meskipun jaringan internet cukup memudahkan para pelaku bisnis online untuk menjalankan kegiatan promosi hingga berbagai belahan negara. Namun, tentu saja Anda harus tetap aktif berpromosi agar toko online Anda dikenal banyak orang. Mulailah dengan mempromosikannya melalui situs gratisan seperti jejaring sosial, forum jual beli online, iklan baris gratisan, atau bisa juga membuat blog gratisan untuk melaunching produk Anda. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan alat promosi berbayar untuk mengoptimalkan pemasaran, misalnya iklan berbayar di google.

Keempat, tawarkan sistem pemesanan yang cukup mudah. Setiap konsumen pastinya menginginkan proses pemesanan yang tidak terlalu ribet, sehingga mereka bisa mendapatkan produk atau jasa yang Anda tawarkan dengan cukup mudah dan praktis. Oleh sebab itu, buatlah konsep pemesanan yang cukup mudah, seperti mengisi form pembelian dan mengirimkan sejumlah uang tertentu untuk mendapatkan produk atau jasa yang Anda tawarkan secara online.

Semoga informasi tips wirausaha, kiat usaha mengembangkan toko online yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang ingin terjun menekuni usaha di dunia maya. Maju terus Wirausaha Indonesia dan salam sukses.

Sukses : http://idwirausaha.com/tips-wirausaha-kiat-sukses-mengembangkan-toko-online/

Selasa, 20 November 2012

3 Alasan Kegagalan Pengusaha

Dengan pengalaman saya selama lebih dari 25 tahun bekerja sebagai profesional di Business Development, secara umum saya menemukan bahwa mereka telah berpikir layaknya pengusaha. Inilah yang membuat mereka bisa mencapai puncak profesi mereka. Masing-masing akan mengajarkan pada Anda selama dalam perjalanannya bahwa mereka telah belajar bagaimana berpikir secara berbeda.

Pengusaha sejati berjuang untuk mendapatkan peluang usaha dengan berbagai alasan. Diantaranya yang paling nyata adalah kurangnya modal, kurangnya pemahaman mengenai pemasaran, dan isu personal. Namun, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan, ada tiga alasan penting mengapa seseorang gagal menjadi pengusaha.

Mereka mengaitkan keberhasilan usaha dengan nilai pribadi mereka.

Mereka menolak menetapkan tujuan yang realistik dan membuat rencana bagi dirinya dan usahanya. Mereka tidak siap untuk membayar harga kesuksesan. Pengusaha sejati dengan pemikiran yang tepat akan terus mengembangkan pemikirannya sepanjang waktu. Mereka sudah belajar untuk memahami Peran, Tujuan, dan Konsekwensi.

1. Peran

Pengusaha sukes, adalah mereka yang berjuang keras, telah belajar untuk memisahkan peran dalam kehidupan mereka dari nilai diri atau identitias diri. Mereka memahami bahwa kinerja peran atau kegagalan dalam usaha mereka bukanlah penilaian terhadap mereka selaku individu. Orang yang cenderung menyamakan nilai diri mereka dengan peran identitas akan menjadikan resiko dan mencari jalan untuk memelihara status quo. Dengan kemampuan memisahkan kedua identitas ini memungkinkan mereka untuk mudah mendapatkan resiko daripada resiko yang merugikan, yang merupakan kunci kesuksesan seorang pengusaha. Seseorang yang memiliki resiko kegagalan, mengalaminya, dan belajar darinya, tidak hanya belajar bagaimana membedakan peran identitas mereka dengan identitas diri, mereka juga telah belajar mengenai resiko dan kegagalan. Mereka memahami bahwa kegagalan di awal usaha merupakan bagian dari awal kesuksesan. Mereka mampu menghadapi pengalaman ini, belajar dengan cepat dan bergerak. Ini hal penting dalam kesuksesan pengusaha. Mereka harus bersedia menghadapi dan menangani kegagalan yang terjadi di awal dari waktu ke waktu.

2. Tujuan

Meski banyak yang dikatakan dan ditulis mengenai pentingnya tujuan dan rencana untuk mencapai kesuksesan sebagai seorang pengusaha, hanya ada sedikit orang yang belajar mekanisme penetapan tujuan dan perencanaan kesuksesan. Ini bukanlah tentang rencana, tapi perencanaan yang penting, dan proses penentuan tujuan yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri untuk mengambil resiko dan kegagalan. Pengusaha sukses tidak hanya terdorong untuk mencapai tujuannya dan berorientasi pada tujuan, mereka juga belajar untuk melaksanakan proses strategi dan taktis penetapan dan perencanaan tujuan. Dengan visualisasi tujuan, menuliskannya dan memberikan rencana detil untuk pencapaian memberikan kepercayaan diri dan motivasi. Lebih dari sekedar rencana bisnis atau operasional, mereka memiliki tujuan dan rencana untuk semua peran penting dalam kehidupannya. Dari awal mereka sudah belajar jika mereka tidak mengerjakan rencana mereka sendiri, bisa jadi mereka menjadi bagian dari tujuan dan rencana orang lain. Mereka menciptakan arah sendiri, menghadapi posisi sebagai pemimpin yang mengambil resiko, dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

3. Konsekwensi

Terakhir, pengusaha memahami adanya konsekwensi yang mereka bayar. Agar berhasil dalam peran apapun di kehidupan, Anda harus siap untuk membayar penuh seketika. Tidak ada kesuksesan instan untuk menjadi seorang pengusaha. Pada kenyataannya, saya mendengar keberhasilan biasanya membutuhkan waktu 15-20 tahun. Salah satu konsekwensi awal yang disering dihadapi adalah membuat mereka memperbaiki diri yang mencakup pertumbuhan dibalik lingkaran hubungan saat ini. Karena kebanyakan orang cenderung mempertahankan zona nyaman psikologis, mereka mulai kehilangan identitas dengan mengambil resiko. Mereka merasa nyaman dengan tipe orang yang kurang lebih sama seperti mereka. Seringkali pengusaha bergerak menuju ke lingkaran yang berbeda yang memahami perjalanan tersebut. Dengan melangkah keluar, dengan menjadi diri sendiri dan menghadapi resiko sendirian. Konsekwensinya, ditemukan tekanan baru dalam hubungan yang sudah lama. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa pemimpin , dengan melalui proses pembedaan peran kinerja dari nilai diri, menghadapi resiko, menghadapi berbagai hambatan, berpegang teguh pada tujuan Anda, dan menyesuaikan rencana Anda, siapkah Anda membayar konsekwensi tersebut.

Ada banyak hal yang harus dipelajari oleh pengusaha agar berhasil, termasuk mekanisme harian dalam menjalankan usaha, menghasilkan produk, menyampaikan jasa, menghasilkan pemasukan dan berkaitan dengan orang. Tantangan terbesar dari semua ini adalah mengembangkan pemahaman terhadap diri mereka sendiri. Mereka akan mendapatkan pegangan apa yang mereka inginkan dan apa yang memotivasi mereka. Pengusaha sukses harus belajar mentransformasi pemikiran mereka, memungkinkan mereka untuk menghadapi kegagalan yang ditemui sepanjang jalan.

Sumber : http://adesyams.blogspot.com/2010/01/3-alasan-kegagalan-pengusaha.html

Kamis, 01 November 2012

Risiko Bisnis : Kenali, Pahami, dan Hilangkan

Secara umum, setiap investor akan mempertimbangkan hubungan efek perusahaan dan risiko bisnis yang terkait dengan perusahaan sebelum memilih untuk berinvestasi dalam masa depan perusahaan. Meskipun ada unsur risiko bisnis yang terkait dengan operasi perusahaan, manajemen yang tepat akan menghasilkan dan menciptakan keseimbangan antara aset dan efek yang akan membuat tingkat risiko bisnis rendah sehingga menarik entitas investor untuk mempertimbangkan investasi dana dalam operasi perusahaan.

Pengertian Risiko Bisnis

Risiko Bisnis secara sederhana dapat diartikan suatu keadaan atau faktor yang mungkin memiliki dampak negatif pada operasi atau profitabilitas suatu perusahaan. Kadang-kadang disebut sebagai risiko perusahaan, risiko bisnis dapat menjadi hasil dari kondisi internal, serta beberapa faktor eksternal yang mungkin nyata dalam komunitas bisnis lebih luas.

Menurut Kamus Bisnis, risiko bisnis adalah Probabilitas yang gagal dalam operasi organisasi dan lingkungan (seperti persaingan dan kondisi ekonomi yang buruk) yang dapat mengganggu kemampuan organisasi perusahaan untuk pengembalian investasi. Atau dengan kata lain adalah suatu keadaan tertentu yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan tersebut.

Ada dua faktor dalam resiko bisnis yaitu faktor internal (dalam) dan eksternal (luar). Faktor luar memiliki kecenderungan yang lebih dominan. Salah satu resiko yang paling dominan adalah bahwa perubahan dalam permintaan untuk barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Jika perubahan itu positif, dan permintaan pasar mengalami peningkatan, maka resiko bisnis akan menurun. Sebaliknya, jika permintaan pasar menurun, baik karena persaingan bisnis atau perubahan kondisi ekonomi secara umum, maka faktor risiko untuk investor akan meningkat secara signifikan. Ketika faktor resiko perusahaan dianggap meningkat karena faktor luar yang berada di luar kendali dari perusahaan, maka kemungkinan untuk menarik investor baru sangat terbatas.

Faktor internal juga dapat mengakibatkan pengembangan risiko bisnis yang signifikan untuk investor. Misalnya jika penjualan lesu dapat dikaitkan dengan kegiatan pemasaran yang tidak efektif atau tenaga penjualan yang tidak berkinerja sesuai harapan, membuat perubahan dalam pendekatan pemasaran atau restrukturisasi usaha penjualan untuk meminimalkan persepsi resiko usaha pada pihak calon investor . Hal yang sama berlaku jika fasilitas manufaktur perusahaan tidak beroperasi secara efisien dan optimal. Pembenahan struktur operasional pabrik dan fasilitas akan menurunkan unsur risiko bisnis dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi pada tingkat yang sama produksi dan penjualan, yang pada gilirannya akan membuat perusahaan lebih menarik bagi calon investor.

Bisnis Tanpa Resiko

Bisnis tanpa risiko ibarat seperti memasak tanpa garam, atau hidup tanpa pasangan. Risiko hanyalah kemungkinan, dan tanpa adanya kemungkinan, maka tidak ada bisnis. Oleh karenanya perlu dipahami dan diterima segala faktor resiko yang akan timbul.

Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan faktor resiko dalam bisnis dengan manajemen resiko yang baik dan terencana. Kita harus mengasumsikan bahwa setiap bisnis memiliki resiko, sehingga kita dapat mengelola untuk mengurangi ke titik hingga kita dapat menghilangkannya sama sekali. Jika kita tidak berpikir sejauh itu, maka kita melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan dan mengelola risiko dengan cara positif.

Jadi, kita harus mengakui bahwa risiko adalah unsur penting salam menjalankan bisnis untuk mencapai hasil terbaik. Seperti pepatah dalam pasar asuran yang mengatakan “ Tidak ada yang namanya risiko buruk, yang ada adalah “ tingkat buruk ‘ Buat ruang dalam hidup dan bisnis anda yang hanya memiliki kesempatan 10% tingkat keberhasilan tetapi anda akan mendapatkan 10.000% jika anda mampu melakukannya. Kerjakan hal-hal kecil, lakukan hingga menjadi besar, hanya masalah waktu sampai anda akan melihat hasil yang sangat besar.”

Dengan mengakui resiko adalah faktor penting dalam bisnis, maka anda memiliki kesempatan untuk mengurangi dan atau bahkan menghilangkan faktor risiko tersebut, dengan manajemen resiko yang terencana dengan baik.

Manajemen Risiko

Membuat rencana manajemen risiko merupakan pusat pengoperasian setiap bisnis yang sukses. Sebuah rencana yang benar-benar efektif akan membahas setiap bidang yang mungkin untuk informasi bisnis, karyawan, aset fisik, dan keuangan. Meskipun tidak mungkin untuk memprediksi semua sumber risiko, penting untuk mengurangi sebanyak mungkin untuk melindungi perusahaan dari kerusakan, kewajiban, dan sumber kerugian.

Menetapkan Bisnis Manajemen Risiko

Berbagai faktor risiko yang berbeda dapat mempengaruhi kemampuan sebuah bisnis untuk beroperasi secara efektif. Manajemen risiko adalah suatu proses dimana risiko yang paling penting dapat diidentifikasi, diprioritaskan, dan dikurangi atau dihilangkan. Strategi digunakan untuk menangani risiko yang terurai menjadi empat kategori utama, yaitu :

Mengidentifikasi dan Mengelola Risiko

Proses untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko bisnis cukup standar dan terdiri dari lima langkah dasar. dimulai dengan mengidentifikasi risiko aset perusahaan. Selanjutnya, mengukur, dan memenuhi kemungkinan kerusakan. Kemudian, rencanakan strategi untuk membatasi kerusakan. Keempat, menerapkan strategi. Akhirnya, perusahaan dan manajer risiko harus terus memantau risiko untuk melihat apakah strategi yang dilaksanakan berjalan efektif.

Risiko Bisnis untuk Jasa dan Properti

Risiko usaha dapat muncul dalam berbagai bentuk, yang berarti bahwa rencana bisnis manajemen risiko harus mencakup bermacam kebijakan. Pada tingkat yang sangat dasar, memastikan karyawan dan peralatan keamanan dengan mencegah kecelakaan. Kesiapsiagaan bencana juga merupakan komponen penting dari manajemen risiko bisnis dan harus mencakup hal-hal seperti kebakaran, banjir, dan rencana insiden kritis. Bagian penting dari rencana manajemen risiko adalah memastikan bahwa data yang didukung secara teratur dan aman sehingga mereka tidak dapat diakses oleh personil yang tidak sah.

Risiko Usaha untuk Keuangan dan Strategi

Risiko terhadap sumber daya keuangan sering diperlakukan berbeda dari sumber lain. Rencana manajemen risiko keuangan sering meliputi pedoman bagaimana membuat keputusan keuangan. Mereka juga menyusun seberapa besar resiko dan apa jenis risiko yang dapat diterima dan diambil oleh perusahaan.

Risiko Operasional

Risiko operasional merupakan risiko yang datang dari cara operasi bisnis baik secara internal maupun eksternal. Risiko eksternal adalah hal-hal seperti perubahan iklim politik, peraturan, pemasok, dan kontrak. Risiko internal termasuk kemungkinan kegagalan sistem internal atau proses. Hilangnya aset fisik terhadap bencana seperti kebakaran atau banjir adalah contoh, seperti kerugian karena permasalahan yang timbul pada sistem komputer. Risiko bisnis perencanaan manajemen mencakup pertimbangan berbagai faktor risiko, termasuk sumber daya manusia, properti, aset keuangan, strategi, dan operasi.

Sumber: http://jasapembuatanweb.co.id/tip-internet-dan-website/risiko-bisnis-kenali-pahami-dan-hilangkan#ixzz2AsmmAwbg