Selasa, 06 September 2011

Inovasi Menjadi Kunci Usaha Limbah Batok Kelapa Tetap Eksis

Pemanfaatan limbah batok kelapa cukup beragam macamnya selain dibuat sebagai briket arang berbagai macam kerajinan batok kelapa cukup banyak dilakukan oleh usaha kecil. Namun agar tetap memiliki daya saing dengan produk-produk sejenis dari tempat lain, palaku usaha bisnis limbah batok kelapa harus pandai melakukan inovasi. Meski hal ini bukan perkara yang mudah namun harus dilakukan , karena akan meningkatkan pemasaran dan membuka jaringan pemasaran yang lebih luas.

Inovasi pada produk usaha pengolahan limbah batok kelapa juga terus dilakukan oleh UMKM Handicraft Pemuda Usaha Mandiri, Desa Temulus,Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Dengan melakukan inovasi kini jenis produk usaha limbah batok kelapa semakin beragam. Produksi yang sudah dihasilkan saat ini, bahkan mengaku sudah ada sekitar diatas 4.000 lebih, dari berbagai jenis handicraft .Sebelumnya hanya bisa menghasilkan tiga sampai lima jenis produk olahan limbah batok kelapa.

Jenis kerajinan yang dihasilkan antara lain pin, gantungan kunci, mug, serta tempat untuk meletakan alat tulis awalnya hanya untuk memenuhi permintaan lokal. Namun seiring perkembangan mulai merambah keluar daerah.

Dengan adanya inovasi adanya inovasi tersebut UMKM Handicraft Pemuda Usaha Mandiri, mentargetkan pemasaran hingga ke pulau Bali, Lombok dan sebagian Sumatra. Inovasi yang dilakukan pada intinya hanyalah penyempurnaan dari produk-produk handicraft yang sudah ada, sehingga lebih menarik bagi pembeli.(Galeriukm).

Sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/04/03/81928/UMKM-Limbah-Batok-Kelapa-Desa-Temulus-Terus-Berinovasi

Senin, 05 September 2011

Konsep Pemasaran Modern dan Kepuasan Pelanggan

Konsep modern Pemasaran adalah bahwa hal itu memberikan nilai tambah melalui kepuasan pelanggan dan kualitas. Kepuasan pelanggan adalah hasil dari pertemuan produk atau melebihi kebutuhan pembeli dan harapan. Yang penting kita juga harus menyadari bahwa pelanggan saat ini ingin lebih dari sekedar produk dan layanan, mereka juga menginginkan nilai.
Nilai dari segi kualitas yang sepadan dengan harga dan dengan biaya keseluruhan perolehan - sebuah konsep yang melampaui harga dasar untuk menggabungkan pengiriman dan biaya tambahan lainnya. Nilai dalam hal suatu produk atau jasa yang melebihi harapan. Nilai dalam hal reputasi merek pemasok, sebuah reputasi kualitas dapat meningkatkan daya saing suatu perusahaan, sedangkan slip dalam kualitas dapat merusak citra perusahaan dan kemampuan untuk bersaing.

Kualitas sama di berbagai bidang seperti Layanan pelanggan dapat gamblang dalam hal keunggulan kompetitif. Gambar 4 menunjukkan model konseptual untuk nilai dan petunjuk pada kompleksitas yang terlibat, ini adalah alasan utama mengapa ekonomi tradisional teori berdasarkan tidak pernah dapat menjelaskan perilaku pembelian.

Pelanggan yang percaya bahwa mereka telah menerima nilai lebih mungkin untuk tetap puas dengan perusahaan dan melanjutkan hubungan mereka. Dalam rangka memberikan pemasaran ini memiliki empat tujuan utama:
* Untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pelanggan, prosedur operasi dan proses pengambilan keputusan.
* Untuk merumuskan proposisi nilai yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan menciptakan keuntungan diferensial.
* Untuk berpindah dari transaksi yang sukses dengan pelanggan untuk hubungan jangka panjang berdasarkan kesetiaan dan kepercayaan.
* Untuk memahami bahwa nilai terbaik membutuhkan pengetahuan unggul, keterampilan, sistem dan aset pemasaran.

Pemasaran dalam bisnis adalah kepuasan Pelanggan
Sebuah konsep kunci dalam peran Pemasaran dalam bisnis adalah kepuasan pelanggan dan umpan balik. Informasi adalah dasar dari pelanggan memahami keinginan dan kebutuhan dan itu adalah perusahaan-perusahaan sukses yang membuat setiap usaha untuk menjamin kepuasan pelanggan mereka, dengan cerdik dan tekun mengumpulkan informasi ini. Salah satu cara terbaik untuk mengetahui apakah pelanggan puas adalah untuk mendapatkan umpan balik pelanggan.

Untuk banyak bisnis ini sebenarnya penggunaan utama dari situs web mereka, di mana pelanggan dapat meninggalkan komentar tak terbatas dan saran tentang produk, layanan dan pengalaman. Di dalamnya kebetulan bahwa keluhan pelanggan merupakan sumber yang sangat baik dari umpan balik pelanggan. Memang banyak pelanggan sering merasa loyalitas yang lebih besar setelah konflik telah diselesaikan daripada jika mereka tidak pernah mengeluh sama sekali. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa layanan pelanggan dan kepuasan memiliki peran penting dalam pemasaran. Memang kita juga harus dapat melihat bahwa menjual pribadi juga memiliki peran penting dalam pemasaran jika kita memperluas layanan metafora - penjualan pribadi sering merupakan aspek kunci dari layanan tersebut, terutama untuk produk dengan besar elemen layanan berwujud kepada mereka.

Mari kita mengeksplorasi konsep layanan pelanggan yang menggunakan sebagai dasar. Ada perubahan besar dalam cara perusahaan mengorganisasi diri mereka sebagai perusahaan beralih dari produk-based struktur pelanggan berbasis. Sebuah pendorong utama dari perubahan ini adalah munculnya Customer Relationship Management (CRM) - konsep pemasaran adalah pusat CRM - yang didukung oleh konvergensi sistem informasi, pengembangan perangkat lunak pendukung dan struktur organisasi dan pelatihan yang menggabungkan secara signifikan meningkatkan implementasi Hubungan prinsip Pemasaran.

Jadi sudah kami memiliki tiga isu utama yang dapat mengaktifkan (atau menghambat) pembangunan, isu-isu organisasi budaya dan komunikasi, metrik manajemen dan integrasi lintas fungsional, khususnya antara pemasaran dan teknologi informasi. Jadi kita bisa melihat bahwa perusahaan telah pindah ke cara pemasaran lebih berorientasi operasi, masalah dalam pemasaran sehingga nilai-nilai yang berhubungan dengan pemasaran telah menjadi semakin penting di semua bidang fungsional dan operasional perusahaan tersebut.

Sumber : http://medianetku.com/tips-a-motivasi-bisnis/konsep-pemasaran-modern-dan-kepuasan-pelanggan.html

Minggu, 04 September 2011

Konsep Pemasaran 4P dalam Memulai Bisnis

Dalam kegiatan pemasaran, dikenal konsep 4P yaitu: Product, Price, Placement, and Promotion. Konsep ini dapat diterapkan oleh seorang wirausaha dalam memulai suatu bisnis.



Product.

Menentukan produk/jasa yang akan ditawarkan ke pasar umumnya menjadi langkah paling awal. Ide mengenai produk bisa didapatkan dari beberapa sumber. Cara termudah adalah dengan membandingkan langsung produk sejenis seperti yang ingin dijual, dan melakukan riset kecil-kecilan ke target pasar mengenai kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Hasil dari riset tersebut diharapkan memberikan informasi yang lebih akurat bagi wirausaha mengenai prospek pasar yang akan dimasukinya dan produk macam mana yang diharapkan oleh target pasar.



Price.

Menentukan harga produk tidak semudah yang dibayangkan. Pertanyaan utamanya adalah, Bilamanakah harga produk atau jasa dapat diterima oleh pasar? Cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan patokan hitungan biaya produk tersebut dari awal disiapkan hingga siap jual. Setiap produk memiliki berbagai komponen biayanya sendiri, dari awal produksi hingga produk tersebut dipajang di rak-rak display penjualan. Menentukan harga berdasarkan biaya dilakukan dengan menambahkan presentase margin tertentu ke biaya produk, dan presentase tersebut dianggap sebagai keuntungan. Persentase didapatkan sesuai dengan rata-rata margin di pasaran. Menggunakan metode ini memiliki kelemahan sendiri. Produk akan mengalami krisis keunikan (uniqueness) dimana keunikan yang memiliki daya pembeda produk dari saingannya luput diperhitungkan. Keunikan justru mampu membantu produk agar memiliki harga premium di pasar.



Placement.

Tidak kalah penting adalah mengenai dimana produk tersebut yang akan ditawarkan tersebut mudah ditemukan oleh target pasar yang dituju. Pada beberapa industri, misalnya ritel atau restoran, masalah penempatan berarti sangat penting. Ungkapan “Lokasi, Lokasi, Lokasi” sebaiknya sangat diperhatikan oleh wirausaha, karena bisa jadi pemilihan lokasi tempat usaha yang buruk dapat berakibat langsung kepada kegagalan dari usaha yang dijalankan.



Promotion.

Aspek penting lainnya adalah mengenai promosi dari produk. Bagaimana suatu produk akan dikenalkan ke pasar agar pelanggan tergerak untuk membelinya. Salah satu cara berpromosi efektif adalah dengan beriklan. Bagi wirausaha yang baru memulai bisnis, iklan dilakukan dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi-nya. Untuk mendapatkan efektifitas beriklan sebaiknya dilakukan pemilihan media iklan yang benar-benar cocok dengan karakter target pasar dari produk. Mungkin tidak diperlukan untuk memasang iklan di segala media/tempat karena belum tentu berpengaruh kepada peningkatan penjualan. Selain itu pemasangan iklan juga berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan. Pada tahap-tahap awal memulai bisnis, sebaiknya masalah biaya mendapat perhatian khusus agar tidak menjadi ganjalan dalam operasional usaha. Tentukan juga tujuan dari promosi, apakah untuk menciptakan kesadaran merek atau dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan. Jangan lupa untuk mengukur hasil dari setiap kegiatan promosi yang dilakukan, apakah sesuai dengan harapan atau masih perlu perbaikan untuk kegiatan promosi berikutnya.



Ke-4 aspek pemasaran dapat menjadi pemikiran awal bagi seorang wirausaha sehingga dia dapat memiliki perhitungan yang matang sebelum menanamkan investasinya. (AAAP)



Sumber : http://my.opera.com/supernezar/blog/show.dml/909126



Konsep Pemasaran Holistik

Konsep Pemasaran Holistik adalah konsep pemasaran yang sering dipakai pada akhir dekade ini. Komponen dalam orientasi pemasaran ini ada 4 yaitu relationship marketing, integrated marketing, internal marketing dan social responsibility marketing.



Berikut akan kita bahas satu persatu mengenai bagian-bagian orientasi pemasaran dalam konsep Pemasaran Holistik:



1. Relationship Marketing

Relationship marketing berkembang dalam dunia bisnis karena para pelaku bisnis menyadari bahwa untuk mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis, tidak hanya dengan mendapat pelanggan yang banyak tetapi juga bagaimana caranya mendapatkan pelanggan, memeliharanya dan mempertahankan pelanggan tersebut.



Menurut Keegan, Duncan, dan Moriaty (1995, p. 1) relationship marketing adalah pendekatan pemasaran pada pelanggannya yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Pelanggan yang baik merupakan suatu aset dimana bila ditangani dan dilayani dengan baik akan memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu badan usaha. Kotler (1997, p. 11) juga menyebutkan bahwa relationship marketing merupakan suatu praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak kunci meliputi pelanggan, pemasok, dan penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis dalam jangka panjang.



2. Integrated Marketing

Integrated Marketing atau pemasaran terpadu akan menimbulkan dua pemikiran yang hadir menyertainya. Pemikiran pertama, tentang koordinasi dalam fungsi pemasaran itu sendiri, dan pemikiran kedua mengenai keterkaitan antar fungsi. Koordinasi maupun keterkaitan tersebut, diikat sama oleh kunci melayani pelanggan. Ini berarti, semua tugas dalam fungsi pemasaran dan fungsi-fungsi bisnis lainnya mengarah serta berkomitmen memberikan kepuasan kepada pelanggan.



Konkretnya istilah pelanggan dipecah ke dalam pelanggan internal, dan pelanggan eksternal. Pelanggan internal tidak lain orang terdekat yang berhubungan dengan proses penyelesaian pekerjaan dan sama-sama berada dalam naungan bisnis seperti produksi bertahap yang menempatkan setiap orang di dalam setiap tahap berperan sebagai produsen sekaligus pelanggan dari tahap produksi sebelumnya.



Pelanggan eksternal diperluas tidak sebatas konsumen melainkan stakeholders. Dengan demikian di dalam struktur organisasi setiap meja dan otot tangan diorientasikan kepada pelanggan. Keterpaduan antar tugas dan antar fungsi bisnis diukur melalui kemampuan memberikan kepuasan terhadap pelanggan yang dalam keberadaannya membentuk hierarki data ordinal.



3. Internal Marketing

Internal Marketing atau Pemasaran internal adalah proses yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi dimana proses fungsional sejajar, memotivasi dan memberdayakan karyawan di semua tingkat manajemen untuk memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan.



4. Social Responsibility

Social Responsibility atau Tanggung jawab sosial adalah etika ideologi atau teori bahwa entitas , baik itu organisasi atau individu , memiliki kewajiban untuk bertindak untuk menguntungkan masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab ini dapat pasif, dengan menghindari terlibat dalam tindakan sosial berbahaya, atau aktif, dengan melakukan kegiatan yang secara langsung memajukan tujuan sosial.



Sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2011/08/konsep-pemasaran-holistik.html

Media Pemasaran Kian Beragam

Keberadaan internet, khususnya situs jejaring sosial (social network), merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak kinerja pemasaran (marketing). Inilah yang populer dengan sebutan marketing 360°.



"Jika dulu kegiatan marketing fokus pada televisi, radio, atau media cetak saja, kini banyak ragam media yang bisa dimanfaatkan, seperti internet atau situs jejaring sosial. Kami menyebutnya sebagai marketing 360°," kata Pimpinan Consumer Sector TNS APAC, Sebastien Janini, dalam dialog bertema Making 360° Marketing Work Harder, beberapa waktu lalu.



Sebagai bagian dari TNS Innovation Lectures Series, TNS Indonesia mengundang sejumlah ahli dalam bidang consumer research marketing dari kawasan Asia Pasifik. Mereka berbagi pengetahuan tentang cara, teknik, dan pembelajaran ten-tang bagaimana membuat marketing 360° bekerja lebih efektif., Menurut Sebastian, walaupun marketing 360° adalah suatu kata yang saat ini sedang populer, masih ada rintangan yang menghalangi pemanfaatan yang maksimal dari kesempatan ini. Tantangan yang terbesar yang dihadapi para staf pemasaran di lapangan saat ini adalah kurangnya sinkronisasi dari upaya pemasaran. Hal ini, lanjutnya, akan menimbulkan sub-optimal consumer connect.



Indonesia, kata dia, saat ini sedang berkembang sebagai negara terbesar yang aktif dengSn jejaring sosialnya. "Ini sekali lagi menciptakan kesempatan besar dan juga suatu tantangan bagaimana menggunakan jejaring sosial tersebut agar lebih terhubung dengan konsumen," paparnya.



Sementara itu, pimpinan Brand Strategy TNS APAC Anne Woodhams menilai bahwa penghitungan returnon investment (Rol) dari macam ragam penggunaan media masih banyak menghadapi benturan. Dari sejumlah metode pemasaran, baik tradisional ataupun modern, menurut dia, harus dipilih mana yang paling efektif dan memberikan lebih. "Namun, perangkat dan teknik tertentu akan membantu menentukan nilai harga dari penggunaan media yang berbeda, ini akan sangat membantu para tenaga pemasar," ujarnya.



Hal yang menarik dikemukakan Shirley Raman, TNS Regional Expert on Understanding Emotions. Menurut dia, seorang tenaga pemasaran yang baik harus mampu mendeteksi dan membangun hubungan emosi dengan konsumen mereka. "Setiap sasaran konsumen mempunyai emotive compass yang berbeda, dan tenaga pemasaran yang efektif harus mampu mengetahuinya setiap kali menyusun strategi," ujarnya.



Sumber : http://bataviase.co.id/node/371403

Kiat Pemasaran di Media Sosial

Media sosial atau situs jejaring sosial semacam Facebook, Twitter, dan Koprol sudah menjadi lebih dari sekadar ajang berteman. Media sosial juga bisa berfungsi sebagai media membangun kepedulian dan memasarkan produk. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk tujuan itu?



Danny Wirianto, Chief Marketing Officer KasKus, forum internet terbesar di Tanah Air, mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai pemasaran di media sosial. Pertama, kata Danny, "Read before write." Artinya, proses pemasaran lewat media sosial harus didahului dengan riset.



Riset akan mengefektifkan mekanisme pemasaran yang dilakukan. Riset bisa berkisar tentang karakter pengguna media sosial, misalnya dengan melihat cara komunikasi dan apa yang dikomunikasikan dalam media itu.



"Kenali apa yang mereka bicarakan," kata Danny. "Setelah tahu, lalu buat analisis. Susun strategi kecil dan lemparkan. Lakukan inception, persis seperti yang ada di film Inception itu," papar Danny dalam ajang SparxUp Seminar bertema "Understanding Social Media 2011" di Jakarta, pekan lalu.



Untuk melakukannya, berbagai cara bisa diaplikasikan. Danny mencontohkan satu langkah yang bisa diterapkan. Caranya, mengomunikasikan secara personal sehingga produk baru seolah dianggap rahasia. Dengan cara itu, orang akan dianggap istimewa.



"Informasi yang tadinya dianggap rahasia nantinya pasti malah disebarkan. Untungnya ada pada kita. Secara tidak langsung kita berhasil menyebarkan berita tentang produk kita," kata Danny. Setelah itu, lihat apa yang terjadi. Kalau enggak berhasil, ubah strateginya.



Dalam pemasaran lewat media sosial, dia juga menggarisbawahi bahwa setiap media sosial unik. Jadi, cara pemasaran di setiap media sosial mesti memiliki strategi yang berbeda sesuai dengan karakter penggunanya. "Jangan pukul rata. Jadi, kalau di Facebook, misalnya, jangan lalu pasang hasil scan pamflet promosi dan di-tag ke banyak nama. Kalau caranya seperti itu, pasti akan diabaikan oleh pengguna," papar Danny.



Sementara itu, Danny juga mengemukakan pentingnya membangun engagement (keterikatan) dengan konsumen. Hal ini berguna untuk mempertahankan relasi dengan konsumen, membangun kepercayaan dan loyalitas produk. Dalam membangun engagement, memberi konsumen pengalaman bisa menjadi senjata. Ia mencontohkan aplikasi game yang digarap beberapa situs sebagai salah satu cara membangun engagement.



"Seperti jejaring sosial Facebook. Pengguna tidak pernah lupa karena pernah memainkan Farmville. Ini yang jadi satu nilai lebih untuk Facebook sekarang sehingga masih bisa bertahan," kata Danny.



Dalam skala yang lebih luas, media sosial bisa berfungsi sebagai media untuk melakukan engagement. Media sosial menjadi cara ampuh mengetahui isu-isu tentang produk yang beredar di masyarakat. "Kalau ada produk yang dijelekin, obrolannya pasti ada di social media. Jadi, pihak perusahaan harus seperti PR (humas), harus juga memantau social media, tidak hanya koran-koran besar," katanya.



Engagement bisa dilakukan dengan merespons secara cepat masalah yang muncul. Klarifikasi yang cepat dalam menangani masalah sangat berpengaruh pada citra produk.



Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2011/01/17/11475037/Kiat.Pemasaran.di.Media.Sosial



Sabtu, 03 September 2011

Tips Bisnis Online Profesional

Bisnis online yang kian marak dewasa ini, menuntut setiap pelaku usaha dunia maya baik yang telah lama menggeluti maupun yang baru untuk selalu mengedepankan sikap profesional demi kesuksesan yang dapat diraih.

Banyaknya kompetitor maupun maraknya program bisnis online yang tersedia merupakan beberapa hal yang menuntut sikap profesional tersebut.

Menghadapi area tanpa batas dan tipikal orang yang berbeda juga merupakan beberapa alasan tambahan bagi sikap profesional pelaku bisnis online.

Seperti halnya bisnis di dunia nyata, bisnis di dunia maya pun memiliki beberapa kualifikasi tertentu yang harus dipenuhi untuk berhasil.

Nah, berikut beberapa tips untuk sukses dan profesional menjalankan bisnis online :

1. Jujur.

Kejujuran adalah pondasi kuat bagi bisnis online yang anda jalankan.

Mengapa demikian?

Karena dunia maya tidak memiliki sekat sehingga peluang anda bertemu banyak orang dari berbagai negara terbuka luas.

Tidak adanya syarat khusus yang diwajibkan dalam bisnis online, selain transaksi keuangan dan konektifitas langsung, memungkinkan setiap orang melakukan apapun kecuali jika anda menggunakan kamera untuk teleconference.

Namun, hal tersebut jarang dijumpai karena tidak semua konsumen memilikinya, sedangkan salah satu keuntungan bisnis online adalah kemudahan dan kecepatan akses informasi.

Nah, kejujuran akan membuka pintu kepercayaan bagi orang lain. Karena modal kepercayaan adalah aset dasar yang dimiliki untuk berbisnis di dunia maya.

Hal ini pula lah yang menyebabkan pelaku bisnis online yang jujur akan mendapatkan keuntungan tidak langsung yaitu bertambahnya konsumen.

Sebab setiap konsumen atau pihak yang berbisnis dengan anda akan memberikan apresiasi positif di media maya mereka sendiri atau orang lain sehingga bisnis online anda mendapatkan integritas dari pengguna internet.

Jika sudah demikian, anda tidak perlu repot-repot meyakinkan pihak lain untuk berbisnis dengan anda.

2. Jelajah.

Nah, tips kedua ini wajib dilakukan jika anda ingin profesional dan berhasil di bisnis online.

Setiap harinya selalu ada orang baru yang memasuki dunia maya, dan itu adalah kesempatan anda untuk menggaet konsumen baru. Tetapi jelajah tidak hanya berorientasi pada konsumen baru, namun juga menjaga kelangsungan bisnis online anda.

Pihak yang berbisnis dengan anda tentunya ingin mendapatkan informasi baru dari anda setiap saat. Meskipun tidak setiap hari.

Karena hanya dengan selalu menjelajah bisnis online yang anda jalankan akan selalu terakses dan terinformasikan ke setiap orang.

Cara komunikasi seperti ini akan membuat anda terkenal diantara pengguna internet lainnya, dan pengakuan dari banyak pengguna internet adalah salah satu penentu tingkat dan kualitas kredibilitas bisnis online yang anda miliki.

Jelajah juga mampu menjadi cara anda untuk memperkaya pengetahuan karena perkembangan yang ada di dunia maya senantiasa terjadi.

Menjadi pelaku bisnis yang up to date adalah salah satu bentuk profesionalitas yang dapat anda berikan pada konsumen.

3. Jejaring.

Jejaring atau jaringan adalah hal tambahan yang harus anda miliki jika ingin menambah daya saing bisnis online anda.

Jaringan yang anda ikuti akan membuka kesempatan memperluas bisnis sekaligus berbagi pengalaman dan ilmu bisnis yang dapat meningkatkan kualitas bisnis online yang anda jalankan.

Dengan memiliki jejaring pula anda dapat mendapat backing-up terhadap bisnis yang anda jalankan, terlebih jika jejaring yang anda miliki adalah komunitas yang sama dengan bisnis online yang anda lakukan.

Pentingnya memiliki jaringan juga karena jaringan sebagai langkah anda dalam membangun kekuatan bisnis anda di dunia maya.

Semakin banyak jaringan dan pihak yang terhubung, maka semakin besar pula kesempatan anda dalam memperbesar bisnis anda.

Profesionalitas tidak hanya dimiliki orang berdasi atau berjas, tetapi sikap bisnis yang baik dan bertanggungjawablah yang menentukan.

Nah, semoga konsep profesionalitas 3J di atas bisa melancarkan dan meningkatkan bisnis online anda. Selamat bekerja!

Sumber : http://kayadaribisnisinternet.com/tips-bisnis-online/