Kamis, 30 Juni 2011

Peran Manajemen Keuangan dalam Pengembangan Usaha

A. Definisi Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.

Beberapa Definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:
a. Liefman: Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
b. Suad Husnan: Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
c. Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the profits business are distributed.
d. James Van Horne: Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
e. Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syaratsyarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

Dari Pengertian Manajemen keuangan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa manajemen keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas (fungsi) utama:
a. Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:
- Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.
- Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.
b. Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana balk dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan:
c. Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola seefisien mungkin.

B. Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan

Ada tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Keterangan lebih lanjut dari masing-masing keputusan sebagai berikut: (Van Horne)

1. Financing dicision: keputusan pendanaan atau pembelanjaan pasif
• Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
• Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.
• Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.

2. Investmenf Dicision: keputusan investasi atau pembelanjaan aktif
• Implementasi dari allocation off funds.
• Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
• Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.

3. Dividen Policy: keputusan mengenai dividen
• Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
• Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.

C. Tanggung Jawab Staf Keuangan

Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston: 2006, 18) yaitu:
1. Peramalan dan perencanaan: mengkoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
2. Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan: membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
3. Koordinasi dan kontrol: berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.
4. Berinteraksi dengan pasar keuangan: berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
5. Manajemen risiko: bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.

D. Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:

1. Tujuan normatif manajemen keuangan adalah mazimization wealth of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
• Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
• Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
• Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
• Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.
• Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.

2. Nilai perusahaan yang belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual. Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:
• Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya perusahaan dijual
• Perusahaan go-publik: harga saham yang dijual belikan di pasar modal.

3. Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:
a. Memaksimalisasi nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:
• Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan hasll penjualan saham diinvestaslkan pada deposlto atau obligasi pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar tetapl keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehlngga kondlsl perusahaan tldak balk.
• Terminologl profit memlllki pengertian ganda, dlsebabkan terdapat banyak definlsl profit.

b. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba per lembar saham (earning per share = EPS) alasannya:
• Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya keuntungan yang diharapkan.
• Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham.

Strategi Marketing Dengan Biaya Murah

Strategi marketing yang baik adalah menghasilkan profit yang sebesar-besarnya dengan biaya yang serendah-rendahnya (Low Cost Marketing). Dalam hal ini yang diperlukan adalah antisipasi kebutuhan pasar dan kreativitas mendesain strategi pemasaran. Pasar senantiasa berubah, cara orang membuat keputusan untuk berbelanja pun berubah dan pesaing pun bertambah banyak. Yang sering terjadi adalah banyak orang yang tidak sadar akan perubahan yang begitu cepat sehingga sudah terlambat untuk berubah.

Menghadapi kondisi pasar yang demikian, strategi marketing yang dilakukan adalah selalu cepat bereaksi, cepat membuat keputusan untuk melakukan efficiency dan fokus kepada konsumen-konsumen yang memberikan margin yang tinggi dan memberi nilai tambah dalam service dan memastikan konsumen puas berbisnis dengan anda.

Banyak peluang untuk meningkatkan profit di bisnis Anda, jika Anda fokus dengan target pasar atau ‘Niche’ yang mampu memberikan profit yang Anda inginkan. Salah satu strategy marketing jitu yang kurang dibicarakan adalah the power of word of mouth, ini terbukti sangat effective dan low-cost. Marketing bukan iklan, marketing juga soal kreativitas atau marketing bukan tentang ‘branding’ tapi marketing ‘is about creating profits’.

Jadi untuk bisa mengalami terobosan di bisnis Anda harus mempunyai strategy marketing yang low-cost dan memberikan dampak yang horizontal. Anda perlu memperhatikan pelanggan-pelanggan Anda yang sekarang dan memberikan mereka pelayanan yang luar biasa sehingga mereka menjadi ‘penjual’ bagi Anda.

3 Tips Untuk meningkatkan pemasaran anda :

* Buatlah sistem komisi yang menarik sehingga bagi mereka yang berjualan untuk Anda bisa memanfaatkan ini sebagai ‘extra income’.

* Bangun hubungan emosional dengan pelanggan Anda sehingga mereka akan menjadi bagian dari Anda.

* Mengedukasi ke pelanggan anda bahwa siapa saja yang akan mendapatkan benefits terhadap penggunaan product/service Anda. Dan jika mereka mengenal orang-orang yang seperti ini, sekiranya bisa memperkenalkan mereka kepada Anda.(Galeriukm).

Sumber: http://www.benabadi.com/marketing-handal-strategi-marketing-low-cost/

Selasa, 28 Juni 2011

Hobby Sebagai Inspirasi Usaha, Kenapa Tidak?

Hobby anda apa?

Jika pertanyaan itu diajukan, setiap orang hampir pasti mempunyai jawaban yang paling benar menurut dia. Hobby atau kesukaan dapat menjadi awal kesuksesan finansial. Seorang teman yang hobbynya utak-atik mesin dan perekayasaan, kini berhasil membangun jaringan bengkel power steering yang sangat besar. Ada yang juga yang hobbynya menulis, kini menjadi penulis terkenal karena karyanya laku keras di pasar.

Banyak sekali contoh kesuksesan pengusaha yang berawal dari hobby ini. Mungkin, karena sangat mencintai pekerjaan yang jadi hooby ini, kemungkinan sukses jadi lebih besar. Dan yang pasti, ada hal yang tidak bisa diukur dengan uang, yaitu kepuasan bathin. Asik juga ya, bahagia menekuni hobby sekaligus dapat duit…. mantaaaappp….

Hobby yang bagaimana yang layak dijadikan sebuah usaha? Sebenarnya hampir semua hobby positif bisa dijadikan ajang cari duit, namun tentulah tidak semuanya. Bahkan ada hobby yang justru menghabiskan uang. Hobby yang bisa dijadikan usaha mempunyai beberapa cirri khas –meskipun juga ini tidak selalu benar- namun paling tidak dapat dibuat acuan untuk anda.

1. Marketable. Coba lakukan riset kecil, apakah hobby anda ini disukai oleh banyak orang lain juga? Artinya, komunitas hobby anda banyak atau sedikit? Jika hobby anda terlalu unik sehingga tidak banyak yang membutuhkannya, wah itu alamat perjalan panjang akan anda alami untuk mensukseskannya menjadi sebuah usaha. Meski inipun tidak selalu, apalagi jika memang anda adalah seorang marketing hebat, bisa saja hobby yang terlalu unik diawal-awal, justru jadi booming begitu anda publikasikan. Seorang OKE ROSGANA, pehobby Yo-Yo, mampu menjadi sukses sebagai pemain dan pelukis yo-yo. Padahal sebelumnya tidak banyak yang berminat pada hobby yang satu ini, tapi dengan berbagai cara dan keseriusannya, Yo-yo mampu membuatnya berarti dan mamperoleh banyak penghargaan nasional maupun internasional. Tentunya, pada akhirnya yo-yo itu pula yang menjadi sumber mata pencariannya.

2. Tetap menarik ditekuni dalam jangka panjang. Jika hobby anda mampu membuat anda terus-menerus bersemangat menekuninya bahkan hingga 10 tahun kedepan, maka itulah hobby yang pantas untuk diperhitungkan. Bahkan, jika anda merasa mampu melakukan hal itu seumur hidup anda, wow…selamat, hobby anda sangat-sangat-dan sangat kuat dan hebat.

3. Bukan Tren sesaat. Sedikit berhubungan dengan poin 2, anda harus bisa menjawab pertanyaan: apakah hobby ini masih akan berlangsung dalam waktu yang lama? Apakah akan semakin banyak orang yang membutuhkannya di masa yang akan datang? Jika jawabannya ya, maka ini hooby hebat dan menjadi salah satu ciri yang bisa dijadikan usaha.

Itu sebagian ciri hobby yang baik untuk usaha, silahkan cek dan ricek, apakah hobby anda memenuhi semua cirri tersebut? Jika ya, maka jangan ragu untuk menekuninya dan siap-siaplah jadi pengusaha sukses dan bahagia karena mengerjakan sesuatu yang anda cintai….

Selamat mencari hobby, eh buka usaha!!! Hehehehe…..

Sumber : http://kampungwirausaha.com/hobby-sebagai-inspirasi-usaha-kenapa-tidak.html

Senin, 27 Juni 2011

Apakah yang membuat seorang pemimpin hebat

Selama bertahun-tahun, banyak orang yang membicarakan atau menulis tentang apa saja yang membuat seseorang menjadi pemimpin yang hebat. Mereka membuat sebuah kesimpulan yang diambil dari orang ternama dan terkenal dari masa lampau maupun masa kini.

Kita bisa belajar banyak dari pemimpin-pemimpin yang hebat di bidang politik, filsuf, atau wirausahawan, dan banyak lagi.

Untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda, berikut ini adalah 9 contoh kemampuan yang membuat seseorang menjadi pemimpin hebat:

1) Kegigihan
Seorang pemimpin mempunyai kegigihan yang tidak akan habis. Dia adalah orang yang pertama yang mencetuskan sebuah ide dan yang terakhir yang akan menyerah. Karena kegigihannya, sebuah proyek bisa terealisasi.

2) Fleksibel
Yang membuat seorang pemimpin hebat adalah kapasitasnya untuk beradaptasi dalam situasi apapun. Dia bisa melihat dari sudut yang berbeda dan bisa menyesuaikan diri.

3) Kreatifitas
Kreatifitas adalah faktor yang sangat penting untuk seorang pemimpin. Kreatifitas bukan hanya seni dan keindahan, tetapi kreatifitas adalah bagaimana anda bisa memecahkan sebuah masalah atau tantangan dengan menggunakan seefektif munkin waktu, uang dan tenaga.

4) Kepercayaan diri
Tanpa kepercayaan diri, bagaimana seorang pemimpin bisa membuat orang atau tim kerja mengikutinya? Tetapi ingatlah bahwa ada perbadaan antara percaya diri dan sombong.
Dalam arti, seorang pemimpin yang percaya diri akan selalu percaya bahwa dia bisa dan juga orang lain atau tim kerjanya juga bisa.

5) Bersikap Positif
Seorang pemimpin akan selalu memberi yang terbaik di dalam bidang apapun.

6) Bertanggung jawab
Tanggung jawab itu, ibarat sebuah pisau dengan mata ganda. Untuk seorang pemimpin yang hebat, apapun yang terjadi di team kerjanya (baik maupun buruk) adalah tanggung jawabnya.

7) Mempunyai communication skill yang bagus
Mempunyai communication skill yang bagus adalah sebuah kekuatan. Sebagai seseorang pemimpin, Anda harus bisa melihat apaun yang terjadi.
Dan satu hal yang membuat seseorang pemimpin hebat adalah caranya berkomunikasi secara efektif dengan team kerjanya dan bisa menyatukan visi kerja.

8) Konsisten
Pemimpin yang hebat adalah seseorang yang konsisten, ia bisa mengambil tindakan dan menyelesaikan tugas-tugasnya satu demi satu.

9) Melihat kedepan
Sebagai pemimpin yang tangguh, Anda perlu mempunyai kemampuan untuk mengestimasi kedepan berjalannya sebuah tugas atau proyek.

Jadi menurut Anda, apa yang membuat seseorang pemimpin hebat? Anda memang tidak perlu mempunyai semua kualitas tersebut, tetapi Anda harus bisa mengembangkan beberapa, lebih banyak akan lebih baik.

Sumber : http://www.cicikresticonsultant.com/

Minggu, 26 Juni 2011

Arti Penting Kreatifitas Dalam Bisnis Usaha Kecil

Kreatifitas di dalam mengembangkan bisnis merupakan hal penting yang perlu dilakukan agar bisnis senantiasa eksis dan selalu bergerak maju. Kreatifitas tidak selalu pada hal-hal yang bersifat high tech atau menggunakan piranti yang canggih. Kreatifitas adalah menciptakan sesuatu yang unik namun menjadi daya tarik tersendiri bagi sasaran bisnis kita. Kreatifitas sesungguhnya modal usaha yang murah namun memiliki daya dongkrak tinggi terhadap kemajuan bisnis. Karena itu penting bagi pengembangan usaha kecil untuk selalu mengasah kreatifitas dalam bisnis. Cerita dua sekawan Arielle Eckstut dan Jonah Staw yang sukses mengembangkan bisnis besar missmatched socks (kaus kaki kiri-kanan beda) bisa menjadi inspirasi bisnis kita.

Alkisah pada suatu kesempatan mereka makan malam pada tahun 2003. Setelah makan mereka bergurau. Menjelang pulang, Staw kehilangan sebelah kaus kakinya (karena selama makan mereka melepas kaus kaki). Namun ia menemukan kaos kaki lain yang berbeda motif.

Lama mereka mencari ke mana kaus kaki Staw perginya, namun tak juga ketemu. Satu-satunya solusi adalah memakai kaus kaki itu kendatipun motifnya beda.
Sampai di rumah Staw masih memikirkan kaus kaki berbeda motif itu. Ia malah membayangkan seorang gadis kecil memakai kaus kaki berbeda motif kiri-kanan dengan gayanya.

Dari situlah ide memasarkan missmatched socks (kaus kaki kiri-kanan beda) muncul. Lalu bersama seorang teman lainnya, Jason Dorf, ketiganya merealisasikan ide itu dengan mendirikan LittleMissMatched. Melalui perusahaan ini mereka menjual kaus kaki dalam kemasan 3 kaus kaki (bukan sepasang) dan tujuh kaus kaki sehingga memudahkan pembeli mengganti-ganti pasangannya kala memakainya. Pada saat itu mereka sudah membuat 134 desain. Mereka memasarkan kaus kaki itu untuk anak perempuan usia 8-14 tahun.

Pada tahun pertama, kaus kaki dagangan mereka terjual laris manis. Staw bersama Rckstut dan Dorf bahkan bisa membukukan omset hingga 5 juta dollar AS. Tiga tahun kemudian omsetnya bisa mencapai 25 juta dolar AS. Sekarang, mereka tak hanya menjual kaus kaki. Mereka sudah menjual aneka produk mulai dari kaus kaki, sandal, hingga sprei. Sekarang barang-barangnya tersebar di lebih 3000 outlet di Amerika Serikat.

Menarik bukan? dari hal-hal sepela yang mendapat sentuhan kreatifitas mampu menjadi bisnis yang memberikan keuntungan besar.(Galeriukm).

Sumber: Andriwongso Team
http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/arti-penting-kreatifitas-dalam-bisnis-usaha-kecil

Ide Bisnis : Strategi Cerdas, Carilah Dulu Pasarnya Lalu Pesan Produknya ke Pihak Lain

Pernah suatu kali saya diajak seseorang ke Jakarta. Tujuannya kita ingin melihat bagaimana perusahaan Tensia Manufacturing yang terletak di kawasan Cibubur, Jakarta, dalam menjalankan bisnisnya.

Apa yang saya lihat sungguh di luar dugaan. Bukan karena yang saya lihat perusahaan yang cukup besar, tapi yang membuat saya kagum adalah kegiatan bisnisnya, yaitu membuatkan produk consumer good atau home care bermacam-macam merek. Perusahaan itu menjalankan bisnisnya dengan membuatkan produk atau barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti: shampoo, pembersih lantai, pembasmi serangga, parfum, sabun mandi, dan lain-lain. Mereknya pun berbagai macam, ada merek impor, ada pula yang lokal, yang iklannya sering kita jumpai di media massa.

Saya jadi tahu, ternyata perusahaan ini bekerja seperti layaknya “tukang jahit”. Di mana perusahaan lain bisa meminta Tensia untuk membuatkan produk yang mereka inginkan. Memberi keuntungan, bahwa apabila kita ingin memasarkan suatu produk tertentu, kita tidak mesti harus membuat sendiri, tapi dapat memesan melalui perusahaan semacam Tensia tersebut. Hanya saja, kita tidak semudah itu pesan padanya. Tentu saja, itu karena ada persyaratan, yaitu antara lain tidak boleh memalsu produk orang lain dan ada batas minimal order.

Menurut saya, sebagai seorang entrepreneur sebetulnya bisa membuka bisnis dengan cara “menjahitkan” seperti ala Tensia itu. Asal saja kita punya ide bisnis, saya kira ide bisnis apapun, misalnya kita ingin membuat produk tertentu maka kita tidak harus punya pabrik terlebih dahulu. Kita bisa “menjahitkan” pada perusahaan yang juga bergerak di bidang yang sama. Perusahaan tersebut memang hanya membuatkan produk yang kita pesan dan tidak ikut memasarkan supaya netral. Karena bisa saja dia membuat produk yang sama, tetapi merek berbeda, sehingga parsaingan itu terjadi di pasar. Kalu kita tak punya gudang pun perusahaan itu bisa menyiapkan gudngnya. Sedangkan distribusinya, dia juga bisa mencarikannya.

Saya pikir mereka cukup kreatif. Tensia menciptakan peluang bisnis yang kita garap. Artinya, tanpa kita punya pabrik sendiri, kita bisa pesan untuk dibuatkan produk tertentu, seperti yang kita inginkan. Setelah pasar berkembang, kita bisa buat sendiri. Sebab, tanpa punya pasar, tentu apapun jenis produk yang kita “jahitkan” kalau tidak laku, kita akan rugi.

Pendeknya, pasar dulu yang kita ciptakan, setelah pasar berkembang baru pabrik kita bangun. Dengan demikian, kita bisa saja memulai usaha sekalipun tak punya pabrik sendiri. Ide bisnislah yang menjadi sangat penting untuk kita miliki. Artinya, begitu ide bisnis muncul, kita “menjahitkan” pada pihak lain, dan setelah itu kita pasarkan.

Sumber : http://kampungwirausaha.com/ide-bisnis-strategi-cerdas-cari-pasarnya-lalu-jahitkan-produknya.html

Kamis, 23 Juni 2011

Pengembangan Konsep Manajemen SDM

Beberapa aspek dari filosofi dasar dapat diketahui dari beberapa pendapat; dimana teori Y dari McGregor menekankan kegunaan untuk mengintegrasikan kebutuhan organisasi dengan kebutuhan individu- prinsip komitmen bersama, ini juga dikemukakan oleh Walton. Konsep utuh MSDM yang muncul pada pertengahan tahun 1980, berasal dari penulis terkenal mengenai manajemen yang berkembang pada dekade tersebut. Para penulis tersebut termasuk Pascale dan Athos (1981) serta Peters dan Waterman (1982) yang menghasilkan daftar sifat-sifat yang menurut mereka sebagai karakteristik perusahaan yang berhasil. Penulis terkenal dari kelompok dengan mutu yang sangat baik mungkin memiliki beberapa pengaruh pada pemikiran manajemen mengenai kebutuhan budaya kuat dan komitmen. Dua konsep awal MSDM telah diberi nama oleh Boxall (1992) sebagai model paralel dan kerangka kerja Harvard.

Model Paralel MSDM

Satu dari pernyataan konsep MSDM yang eksplisit, dilakukan oleh kelompok Michigan (Fobrum et al., 1984). Mereka menganggap bahwa sistem SDM dan srtuktur organisasi harus dikelola dalam cara yang kongruen dengan strategi organisasi (oleh karena itu, namanya model paralel). Siklus sumber daya manusia mengandung empat proses dasar atau fungsi yang dilakukan di semua organisasi. Keempat fungsi tersebut adalah :
1. Seleksi - mencocokkan sumber daya manusia yang ada dengan jabatan.
2. Penilaian - (manajemen kinerja).
3. Imbalan - sistem imbalan merupakan satu dari perangkat manajerial yang dimanfaatkan dan digunakan untuk mengendalikan kinerja organisasi.
4. Pengembangan - mengembangkan karyawan berkualitas bagus.

Fobrum et al. menyatakan bahwa fungsi SDM harus dikaitkan dengan prosedur organisasi dengan memberikan data dasar SDM bagi bisnis, dengan memastikan bahwa manajer senior memberikan perhatian mengenai permasalahan SDM sebagaimana memberikan perhatian untuk fungsi yang lain, dan dengan mengukur kontribusi fungsi SDM pada tingkat Stratejik, manajerial dan operasional.

Kerangka Kerja Harvard

Pendiri MSDM yang lain adalah kelompok Harvard, di mana Beer et al. (1984) mengembangkan apa yang disebut oleh Boxall (1992) sebagai ”Kerangka Kerja Harvard”. Kerangka kerja ini didasarkan pada keyakinan bahwa masalah historis manajemen personalia hanya dapat dipecahkan ketika manajer umum mengembangkan pandangan mengenai bagaimana mereka ingin melihat karyawan dilibatkan didalam dan di kembangkan oleh perusahaan, dan kebijakan serta praktik MSDM apa yang mungkin mencapai tujuan yang ada. Tanpa filisofi inti atau visi stratejik - yang dapat diberikan hanya oleh manajer umum - MSDM kemungkinan besar tetap merupakan sekumpulan aktivitas independen, masing-masing dipandu oleh tradisi yang menjadi kebiasaan mereka sendiri.

Beer dan rekannya percaya bahwa ”Saat ini, banyak tekanan yang menginginkan perspektif yang lebih lua, lebih komprehensif dan lebih stratejik dengan memperhatikan sumber daya manusia”. Tekanan ini telah menciptakan kebutuhan untuk ”perspektif jangka panjang dalam mengelola orang dan lebih memperhatikan manusia sebagai aset potensial daripada hanya sebagai biaya variabel”.

Mereka adalah yang pertamakali menekankan prinsip bahwa MSDM milik manajer lini.
Mereka juga menyatakan bahwa : ”Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan tindakan manajemen yang mempengaruhi sifat hubungan antara organisasi dan karyawan - sumber daya manusia organisasi”.
Kelompok Harvard menyarankan bahwa MSDM memiliki dua ciri karakteristik :1) manajer lini menerima tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan penjajaranstrategi
kompetitif dan kebijakan personalia; dan 2) fungsi personalia memiliki misi dalam menetapkan kebijakan yang mengatur bagaimana aktivitas personalia dikembangkan dan diterapkan dalam cara yang membuat mereka lebih saling menguatkan lagi.

Menurut Boxall (1992), keuntungan model ini adalah :
- Menggabungkan identifikasi dari sejumlah kepentingan stakeholder.
- Mengenali kegunaan pertukaran baik secara eksplisit ataupun implisit; antara kepentingan pemilik dan karyawan, seperti antara beragam kelompok kepentingan;
- Memperlebar konteks MSDM untuk memasukkan otoritas karyawan organisasi kerja dan pertayaan yang terkait dengan gaya pengawasan;
- Pengetahuan mengenai pengaruh dalam skala luas dari keadaan yang ada mengenai pilihan manajemen terhadap strategi, menyarankan hubungan antara pasar produk dan logika sosial-budaya;
- Menekankan pilihan stratejik - tidak diarahkan oleh determinisme situasional atau lingkungan.

Model Harvard sangat memaksakan pengaruh terhadap teori dan praktik MSDM, terutama dalam penekanannya mengenai fakta bahwa MSDM lebih menjadi perhatian manajemen secara umum daripada fungsi personalia. Walton (1985), juga dari Harvard, memperluas konsep dengan menekankan kegunaan komitmen dan mutualitas:

Model MSDM yang baru disusun oleh kebijakan yang mempromosikan mutualitas- tujuan bersama, pengaruh bersama, penghargaan bersama, imbalan bersama, tanggung jawab bersama. Teorinya adalah kebijakan mutualitas akan memperoleh komitmen, yang kemudian akan menghasilkan kinerja ekonomi yang lebih baik dan pengembangan manusia yang lebih besar.

Sumber : http://www.hrcentro.com/dasar_sdm/Pengembangan_Konsep_Manajemen_SDM_081103.html